500 KK, 1500 Jiwa di Cikahuripan Terdampak Banjir, Relawan Nusantara Bergerak Cepat Membantu Warga

Oct 28, 2025 | Bencana, Berita, Blog

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Hujan deras yang tak henti selama berhari-hari mengubah tenangnya Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, menjadi lautan lumpur dan reruntuhan. Sungai meluap, tanah retak, rumah-rumah warga hanyut terbawa arus, menyisakan kepanikan dan kehilangan. Dari kejauhan, terlihat sisa-sisa dinding rumah berdiri rapuh, di antara tangis anak dan langkah pelan warga yang mencoba menyelamatkan apa pun yang tersisa. Sebanyak 500 kepala keluarga dan kurang lebih 1.500 jiwa, kini harus bertahan di tengah kondisi yang serba terbatas.

Warga dan Relawan Kembali Menyulam Harapan

Di tengah luka tersebut, Relawan Nusantara bersama relawan gabungan hadir membawa harapan sederhana, membantu Cikahuripan berdiri kembali. Menyingsingkan lengan, membersihkan masjid dan mushala, merapikan sekolah, dan menyingkirkan sisa tanah longsor di fasilitas umum. Karena sebelum semuanya pulih, rumah-rumah ibadah menjadi prioritas utama untuk kembali tegak, tempat yang akan dijadikan tempat berlindung, bersama doa yang menjadi penopang paling kuat bagi jiwa-jiwa yang diuji. Di bawah langit yang masih kelabu, peluh dan air mata berpadu dalam satu tujuan, agar desa ini kembali punya tempat untuk berdoa, berlindung, dan berharap.

Kebutuhan Mendesak Yang Dibutuhkan

Kini, kebutuhan mendesak terus bertambah. Warga membutuhkan makanan siap saji, alat kebersihan, perlengkapan bayi, selimut, air mineral, dan alas tidur untuk bertahan melewati malam-malam dingin yang belum berhenti. Tak ada yang mudah, tapi di setiap langkah, tersimpan keyakinan bahwa setiap bantuan sekecil apa pun adalah bagian dari kehidupan yang sedang mereka bangun kembali.

Klik di sini untuk ikut mengulurkan tangan bersama Relawan Nusantara. Karena setiap bantuan kecil darimu, mampu meringankan beban besar saudara-saudara kita yang terdampak bencana.