98 Hari Menjelang Ramadhan, Sudahkah Sahabat Membayar Fidyah?

Nov 12, 2025 | Artikel, Blog

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

98 hari menuju Ramadhan. Sudahkah kita menyiapkan diri untuk menyambutnya? Momen apa yang paling sahabat rindukan dari bulan penuh berkah itu?

Sahabat,  waktu terasa begitu cepat, hingga tanpa sadar, kita sudah memasuki hitungan 98  hari menuju momen istimewa bulan suci Ramadhan.  Bulan penuh berkah, bulan yang selalu dinantikan seluruh umat islam, bulan dimana kita selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, bulan dimana pahala dilipat gandakan. Inilah waktu yang tepat bagi kita untuk mulai mempersiapkan diri, baik dari segi fisik maupun spiritual, agar dapat menyambut dan meraih keberkahan di bulan suci tersebut. 

Namun sebelum Ramadhan datang, ada satu hal penting yang sering terlupakan,, yaitu melunasi hutang puasa Ramadhan tahun sebelumnya. Sebab, di antara kita mungkin ada yang belum sempat menggantinya karena alasan tertentu, seperti haid, nifas, atau sakit. Maka, jangan biarkan waktu berlalu begitu saja. Segera tunaikan qadha puasamu sebelum Ramadhan tahun ini menyapa. 

Dan bagi mereka yang tidak lagi mampu menjalankan puasa karena kondisi tertentu seperti ibu hamil, orang yang sedang sakit berkepanjangan, atau mereka yang telah lanjut usia hingga tubuhnya tak lagi kuat menahan lapar dan haus seharian penuh, maka syari’at islam tidak memberatkannya, melainkan memberikan jalan kemudahan dengan cara membayar fidyah sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.

Membayar Fidyah hukumnya wajib. Yaitu, memberi makan kepada orang miskin sebagai pengganti dari puasa yang tidak dapat digantikan. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al – Baqarah ayat: 184.

Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari yang dia tidak berpuasa itu pada hari-hari yang lain. bagi orang yang berat menjalankan, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin.

Melalui pembayaran fidyah, kita tidak hanya menunaikan kewajiban kepada Allah, tetapi juga ikut menebar kebaikan kepada sesama. Fidyah menjadi wujud kepedulian sahabat yang menghubungkan antara ibadah dan menebar manfaat bagi orang lain.

Maka, bagi sahabat yang memiliki hutang puasa tahun lalu, mari segera tunaikan sebelum Ramadhan tiba. Dan bagi yang tidak mampu lagi berpuasa karena alasan yang dibenarkan syariat, bayarlah fidyah sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa syukur kepada Allah.

Dengan begitu, Sahabat bisa menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang tenang dan bersih. karena sudah tidak ada hutang puasa yang tertinggal, tidak ada kewajiban yang terabaikan. karena sudah membayar fidyah.

Bagi sahabat yang masih memiliki hutang puasa tahun lalu, mari segera tunaikan sebelum Ramadhan tiba. Dan bagi yang tidak lagi mampu berpuasa karena alasan yang dibenarkan syariat islam. Kini, sahabat juga dapat menunaikan fidyah dengan mudah melalui Klik disini untuk menunaikan fidyah bersama Relawan Nusantara. Kami siap menyalurkan amanah fidyah kepada mereka yang berhak menerima.