LAUNCHING PROGRAM BEASISWA BAIK, RUMAH ZAKAT TARGETKAN BANTU 25.000 PELAJAR INDONESIA

Aug 1, 2023 | Pendidikan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Dalam rangka menyambut puncak milad Rumah Zakat yang ke-25 tahun, Rumah Zakat melaunching program Beasiswa BAIK, #BergerakNyata Bantu 25.000 Pelajar Indonesia, Senin (31/7). Beasiswa BAIK Adalah program pemberian bantuan beasiswa bagi siswa pada jenjang SMA sederajat dan Mahasiswa Perguruan Tinggi yang berfokus pada pendampingan dan pelibatan aktif penerima beasiswa dalam penyelesaian masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

Melansir buku bertajuk Pendidikan untuk Pembangunan Nasional karya Mohammad Ali, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa mayoritas 76 % keluarga menyatakan penyebab utama anak mereka putus sekolah adalah karena alasan ekonomi.

Atas dasar tersebut, Rumah Zakat akhirnya melaunching Program Beasiswa BAIK dengan harapan bisa membantu meringankan biaya pendidikan bagi siswa/mahasiswa berprestasi dari keluarga dhuafa, dan kelompok rentan lainnya (yatim piatu, difabel dan lainnya).

Chief Program Officer Rumah Zakat, Muhammad Sobirin mengatakan bahwa “Rumah Zakat siap mendukung Program Wajib Belajar 12 Tahun. Oleh karena itu, berbarengan dengan usia Rumah Zakat yang ke-25 tahun, kita akan melaunching Program Beasiswa Baik yang akan disalurkan kepada 25.000 pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia.”

Kehadiran Program Beasiswa BAIK ini turut diapresiasi oleh kata Dr. Eneng Nurhasanah, Dra., M.Hum. selaku Ketua Prodi Magister Ekonomi Syariah Fakultas Syari’ah UNISBA.

“Untuk melanjutkan study itu bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak faktor yang menyebabkan siswa/mahasiswa melanjutkan pendidikannya. Kadang hambatan itu bukan hanya dari sisi pendanaan, tapi juga dari sisi dorongan atau support dari lingkungan. Hadirnya program ini bisa menjadi harapan bagi para siswa dan mahasiswa untuk bisa melanjutkan pendidikan mereka,” kata Eneng Nurhasanah.

Hadirnya program dari Rumah Zakat tentu saja memberi banyak manfaat untuk masyarakat, salah satunya Novia Al Istiana, Penerima Manfaat Beasiswa dari Rumah Zakat. Ia mengatakan berkat bantuan beasiswa, dirinya bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Manfaatnya banyak sekali. Kebermanfaatan yang saya terima dari Rumah Zakat alhamdulillah bisa menunjang kegiatan-kegiatan saya yang sebetulnya untuk umat sendiri seperti mengajar tahfidz, mengajar anak yatim dan dhuafa, pergi kuliah, sampai membeli beberapa alat perkuliahan itu dari Rumah Zakat.” Ungkap Novia Al Istiana.

Melalui Program Beasiswa BAIK ini, Rumah Zakat hadir menjembatani donatur untuk membantu meringankan biaya pendidikan bagi siswa/mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya. Bagi sahabat yang ingin membantu ataupun siswa/mahasiswa yang ingin mengajukan pendidikan bisa mengaksesnya melalui website resmi di www.rumahzakat.org.