Aktivitas Gunung Marapi di Kab. Tanah Datar & Kab. Agam, Prov. Sumatera Barat

Dec 4, 2023 | Bencana

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Aktivitas Gunung Marapi di Kab. Tanah Datar & Kab. Agam, Prov. Sumatera Barat

pdate : Minggu, 3 Desember 2023, Pkl. 23.15 WIB

Kronologis

• Terjadi erupsi G. Marapi pada hari Minggu, 03 Desember 2023, pukul 14:54 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 3000 m di atas puncak (± 5891 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
• Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini ± 4 menit 41 detik, yang mengakibatkan Hujan pasir

Kesiapsiagaan

• Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 03 Desember 2023, tingkat aktivitas G. Marapi berada pada status Level II (WASPADA)

Lokasi :
• Kab. Tanah Datar
• Kab. Agam
– Kec. Sungai Pua
– Kec. Banuhampu
– Kec. Canduang

Korban Jiwa

Terdapat 47 Pendaki yang terdampak erupsi Gunung Marapi dengan rincian sbb :
•Total pendaki Gunung Marapi yang sudah turun sebanyak 19 orang dengan nama sbb :

1. Iqbal (L)
2. Jeni (P)
3. Toni Alifian (L)
4. Al Fajri (L)
5. Salastri Anggini (P)
6. Nur Rizki (L)
7. Elika Maharani (P)
8. Dewi Anggraini (P)
9. Naumi Johanna Simajuntak (P)
10. Sri Wahyuni (P)
11. Banget Hasiolan Mare-mare (L)
12. Nolianus Hogejau (L)
13. Lolita Veronika (P)
14. Nabila Habiba Rabbi (P)
15. Diah Surya Purnamasari (P)
16. Noor Anisa Alsyarina Putri Lubis (P)
17. M. Afif (L)
18. Lingga Duta Andrefa (L)
19. M. Fatih Ewaldo (L)

•Total pendaki Gunung Marapi yang masih belum turun sebanyak 28 orang dengan nama sbb :

1. M. Iqbal (L)
2. Siska Afriana (P)
3. Liarni (P)
4. Rexy Wendesta (L)
5. Frengki Candra Kusuma (L)
6. Divo Suhandra (L)
7. Tita Cahyani (P)
8. Nurva Afitri (P)
9. Widya Azhamul Fadhilah Zain (P)
10. Afranda Junaidi (L)
11. Ahmad Firman (L)
12. Irvanda Mulya (L)
13. M. Alpikri (L)
14. M. Fadli (L)
15. Irfandi Putra (L)
16. Zikri Habibi (L)
17. Rofid Alhakim (L)
18. M. Teguh Amanda (L)
19. Wahlul Alde Putra (L)
20. Novita Intan Sri (P)
21. Riski Rahmad Hidayat (L)
22. Lenggo Baren (P)
23. Reyhani Zahra Fadli (P)
24. Filhan Alfiqh Faizin (L)
25. Bima Pratama Nasra (P)
26. Zhafirah Zahrim Febrina (P)
27. Aditya Prasetyo (L)
28. Yasri Amri (P)

Imbauan

• Masyarakat disekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunungapi Marapi pada radius 3 Km dari kawah/puncak.
• Masyarakat di sekitar G. Marapi diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Marapi, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sumatera Barat serta BPBD Kab. Agam & Kab. Tanah Datar.

Sumber Informasi :
• Pusdalops BPBD Kab. Agam Ibu Rika, Wahid, Nagita Sari
• Kabid RR BPBD Kab. Tanah Datar Bpk. Sofyan

Sumber Data :
• KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Pos Pengamatan Gunungapi Marapi
https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/informasi-letusan