Tips Mengatasi Ngantuk dan Lemas Saat Puasa Agar Tetap Produktif

Mar 21, 2025 | Artikel, Blog, Ramadhan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, tetapi seringkali kita merasa ngantuk dan lemas saat berpuasa. Kondisi ini tentu dapat menganggu produktivitas kita dalam beraktivitas sehari-hari. Tenang, ada beberapa tips sederhana yang bisa kita terapkan agar tetap segar dan produktif selama berpuasa:

1. Atur Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka

Sahur

  • Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat tinggi. Contohnya, nasi merah, roti gandum, telur, buah-buahan, dan sayuran.
  • Hindari makanan yang terlalu manis, asin, atau berminyak karena dapat membuat cepat haus dan lemas.

Berbuka

  • Mulailah dengan makanan ringan dan manis, seperti kurma atau buah-buahan, untuk mengembalikan energi yang hilang.
  • Setelah itu, konsumsi makanan utama yang seimbang dan bergizi.
  • Hindari makan terlalu banyak saat berbuka karena dapat membuat perut kembung dan mengantuk.

2. Cukupi Kebutuhan Cairan

  • Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama ngantuk dan lemas saat puasa.
  • Minumlah air putih yang cukup, minimal 8 gelas, dari waktu berbuka hingga sahur.
  • Anda juga bisa mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti semangka atau melon.

3. Istirahat yang Cukup

  • Usahakan untuk tidur minimal 6-8 jam setiap malam.
  • Jika memungkinkan, sempatkan diri untuk tidur siang sejenak (power nap) selama 20-30 menit.
  • Hindari begadang karena dapat membuat tubuh lemas dan sulit berkonsentrasi.

4. Tetap Aktif Bergerak

  • Meskipun sedang berpuasa, jangan malas untuk bergerak.
  • Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau peregangan, selama 30 menit setiap hari.
  • Aktivitas fisik dapat membantu melancarkan peredaran darah dan meningkatkan energi.

5. Kelola Stres

  • Stres dapat memperburuk rasa ngantuk dan lemas.
  • Lakukan aktivitas yang dapat meredakan stres, seperti meditasi, yoga, atau mendengarkan musik.
  • Luangkan waktu untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

6. Manfaatkan Waktu dengan Bijak

  • Atur jadwal kegiatan harian agar lebih terstruktur dan efisien.
  • Fokus pada tugas-tugas yang penting dan mendesak.
  • Hindari menunda-nunda pekerjaan karena dapat menambah beban pikiran.

Mari jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan menebar kebaikan bersama Relawan Nusantara. Semoga tips ini bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa!