Luaskan Manfaat: 100 Penerima Manfaat Terima Fidyah di Ambon

Mar 24, 2025 | Berita, Blog, Fidyah, Ramadhan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Ramadhan selalu menjadi waktu terbaik untuk berbagi dan menebarkan kebaikan. Kali ini, Relawan Nusantara kembali meluaskan manfaat dengan menyalurkan 100 paket fidyah bagi para pencari nafkah di Pasar Mardika, Ambon.

Dengan melibatkan tujuh relawan aksi, penyaluran ini menyasar para pekerja harian seperti tukang becak, pedagang keci, dan buruh angkut yang kesehariannya penuh perjuangan. Makanan siap saji yang diterima tak hanya sekadar memenuhi kebutuhan berbuka puasa, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi mereka yang berjuang untuk mencari rezeki.

“Kami para pencari nafkah di pasar Mardika Ambon mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Relawan Nusantara atas bantuan makanan siap saji yang telah diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, yang biasanya harus memikirkan bagaimana berbuka puasa, hari ini alhamdulillah bisa tercukupi dengan bantuan dari Relawan Nusantara. Semoga bantuan ini menjadi berkah untuk kita semua dan semakin mempererat tali silaturahmi,” ungkap Bapak Nasir, seorangn tukang becak di Pasar Mardika.

Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti momen berbuka bersama ini. Bagi banyak penerima manfaat, makanan fidyah ini bukan sekadar hidangan berbuka, tetapi juga wujud kepedulian yang menguatkan semangat mereka untuk terus berjuang.

Mari terus luaskan manfaat, jadilah bagian dari perjalanan kebaikan ini, dan bersama-sama hadirkan senyum di meja berbuka meraka yang membutuhkan.