Luaskan Manfaat: Relawan Nusantara Salurkan 100 Paket Fidyah di Manado

Mar 26, 2025 | Berita, Blog, Fidyah, Ramadhan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Manado – Di tengah derasnya hujan yang mengguyur Kota Manado dalam beberapa hari terakhir, semangat untuk berbagi tak surut. Relawan Nusantara bersama Akhwat Al Bina SIT Harapan Bunda Manado kembali meluaskan manfaat dengan menyalurkan 100 paket fidyah kepada jamaah dhuafa di Masjid Ashabul Kahfi, Paal Dua, serta anak-anak yatim dan pengasuh di Panti Asuhan Al Ikhwan, Kairagi Satu, Kota Manado.

Aksi kebaikan ini dimulai pukul 16.30 WITA, dengan penuh kehangatan meskipun cuaca tak bersahabat. Tiga relawan turun langsung untuk memastikan amanah dari para donatur tersampaikan kepada mereka yang berhak menerima.

Menjangkau Dua Titik Kebaikan

Masjid Ashabul Kahfi dipilih sebagai salah satu lokasi penyaluran karena berada di lingkungan binaan muslim dhuafa, yang kerap terdampak banjir saat musim hujan tiba. Banyak jamaah masjid ini yang hidup dalam keterbatasan dan bergantung pada kebaikan sesama.

Di Panti Asuhan Al Ikhwan, sebanyak 50 anak yatim dan 10 pengasuh menerima paket fidyah. Ketika relawan tiba, anak-anak sedang bersiap untuk berangkat ke pusat Kota Manado menghadiri undangan pemerintah. Meski singkat, momen ini tetap diabadikan dengan penuh kehangatan bersama para pembina panti.

“Alhamdulillah, semoga penyaluran fidyah ini berkah dan bermanfaat bagi yang menerimanya. Terima kasih kepada para donatur atas kebaikannya. Semoga Allah membalas dengan sebaik-baiknya balasan,” ucap salah satu pengasuh panti dengan penuh syukur.

Bagi mereka yang menerima, paket fidyah ini bukan sekadar makanan berbuka, tetapi juga simbol kepedulian dan kasih sayang dari saudara seiman di berbagai penjuru. Dengan dukungan para donatur, Relawan Nusantara akan terus menghadirkan manfaat bagi lebih banyak saudara yang membutuhkan.

Mari bersama luaskan manfaat dan terus berbagi keberkahan di bulan suci ini!