Borong dan Berbagi: Senyum Pak Yahya, Penjual Telor Gulung di Masjid Agung Pandeglang

Jul 19, 2025 | Berita, Blog, kemanusiaan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

PANDEGLANG – Matahari siang menyengat halaman Masjid Agung Ar-Rahman, Pandeglang. Hiruk-pikuk pengunjung masjid, langkah kaki yang lalu lalang, dan suara para pedagang kaki lima yang menawarkan jualan mereka jadi pemandangan biasa di sekitar masjid tersebut. Di antara mereka, berdiri sosok sepuh yang tetap teguh di atas gerobaknya Pak Yahya, 70 tahun, seorang penjual telor gulung.

Setiap hari, Pak Yahya memulai harinya sejak pukul 07.00 pagi. Dengan gerobak sederhananya, ia membawa sekitar 450 tusuk telor gulung hasil olahan sendiri. Ia berharap dagangannya bisa habis sebelum sore hari demi mencukupi kebutuhan hidup dan membayar kontrakan tempat tinggalnya di Kota Pandeglang.

Namun siang itu, nasib berkata lain. Di tengah keramaian masjid, dagangan Pak Yahya sepi pembeli. Saat pedagang lain sibuk melayani antrean, gerobak telor gulung miliknya justru masih penuh. Namun begitu, semangatnya tak surut. Dengan ramah, ia terus menawarkan dagangannya kepada para pengunjung.

Kisah Pak Yahya menjadi sorotan tim Relawan Nusantara Pandeglang yang saat itu tengah melaksanakan program Borong dan Berbagi, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membantu para pedagang kecil yang kesulitan menjual dagangannya. Melalui program ini, tim Relawan Nusantara membeli habis dagangan pedagang kaki lima untuk kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat sekitar atau jamaah masjid.

Memborong Dagangan, Membagikan Senyum

Melihat kondisi Pak Yahya, tim Relawan Nusantara pun memborong seluruh dagangan telor gulungnya yang belum terjual. Tak hanya itu, jajanan tersebut kemudian dibagikan kepada para jamaah Masjid Agung Ar-Rahman.

Seketika wajah Pak Yahya berubah cerah. Dengan senyum yang tulus dan mata yang sedikit berkaca-kaca, ia membagikan tusuk demi tusuk telor gulung kepada para jamaah. Momen itu bukan sekadar transaksi, tapi sebuah pengingat bahwa kebaikan bisa hadir di waktu yang paling tidak terduga.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Relawan Nusantara yang telah memborong dagangan saya. Saya sangat senang sekali. Saya keluar dari jam tujuh pagi, dan sampai jam setengah dua siang ini baru laku lima puluh biji dari empat ratus lima puluh. Saya senang sekali dagangan saya diborong. Sekali lagi, terima kasih banyak,” ucap Pak Yahya dengan penuh haru.

Luaskan Manfaat untuk Para Pejuang Nafkah

Pak Yahya hanyalah satu dari banyak pedagang kecil yang berjuang setiap harinya. Di luar sana, masih banyak pejuang nafkah yang diam-diam menahan lapar demi bisa membawa pulang sedikit penghasilan. Program Borong dan Berbagi hadir untuk menyasar mereka orang-orang yang mungkin luput dari perhatian, tapi justru sangat membutuhkan uluran tangan.

Dengan memborong dagangan mereka, kita tak hanya membantu secara ekonomi, tapi juga mengembalikan harapan dan semangat hidup mereka. Ini adalah bagian dari komitmen Relawan Nusantara untuk terus luaskan manfaat hingga ke penjuru negeri termasuk di sudut-sudut kota yang penuh dengan cerita perjuangan.

Mari Jadi Bagian dari Kebaikan Ini

Kita semua bisa ambil bagian dalam kebaikan seperti ini. Melalui donasi yang kamu berikan, kita bisa membantu lebih banyak pedagang kecil seperti Pak Yahya untuk tetap semangat berjualan dan bertahan hidup. Setiap borongan adalah bentuk cinta, setiap senyuman yang terukir adalah buah dari kebaikanmu.

Yuk, bantu Relawan Nusantara luaskan manfaat lebih jauh lagi.