#LuaskanManfaat: Perhatian Sederhana Menjadi Hadiah Terindah di Usia Senja

Aug 14, 2025 | Berita, Blog, kemanusiaan, Sosial

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Bandung – Di balik dinding Griya Lansia, tempat yang kini menjadi rumah bagi 160 jiwa di usia senja, kehangatan bukan hanya datang dari atap yang melindungi atau makanan yang terhidang. Ia juga hadir melalui sapaan, senyuman, dan telinga yang mau mendengar.

Griya Lansia yang berlokasi di Jalan Raya Pacet Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung ini merupakan binaan Dinas Sosial Jawa Barat. Di tempat ini, 75 lansia perempuan dan 85 lansia laki-laki menjalani hari-hari mereka. Sebanyak 110 di antaranya masih aktif beraktivitas secara mandiri, sementara 50 lainnya harus beristirahat total di tempat tidur karena sakit atau keterbatasan fisik.

Dengan dukungan dari 53 orang pengurus yang bekerja secara bergantian siang dan malam, kebutuhan para penghuni dapat terjaga dan terpenuhi. Namun, kebutuhan yang tak kalah penting dan sering kali luput adalah perhatian dan teman berbincang.

Perhatian Sederhana yang Menjadi Hadiah Terindah di Usia Senja

Pada 7 Agustus 2025, Relawan Nusantara mengutus tiga relawan untuk mendistribusikan 20 karung beras bagi para penghuni Griya Lansia. Bukan hanya menyerahkan bantuan, para relawan juga meluangkan waktu untuk bercengkrama, mendengarkan kisah para lansia, atau sekadar menemani duduk di teras sambil memandangi halaman.

Kehadiran bantuan ini disambut penuh syukur. Pak Gilang, perwakilan UPTD Griya Lansia, menyampaikan terima kasih dan doa terbaik bagi Relawan Nusantara. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Relawan Nusantara atas bantuan beras yang diberikan kepada Griya Lansia. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan Relawan Nusantara diberikan kemudahan dalam setiap kegiatannya,” ujarnya.

Mari Terus Luaskan Manfaat

Masih banyak lansia di berbagai pelosok negeri yang merindukan kepedulian. Mari bersama-sama memberi waktu, tenaga, dan perhatian untuk mereka yang telah lebih dulu menapaki jalan kehidupan.

Klik di sini untuk berdonasi dan ikut #LuaskanManfaat bersama kami. Perhatian sederhana dari kita, dapat menjadi hadiah terindah bagi mereka di usia senja.