Relawan Nusantara Bagikan Donasi Pakan untuk Kucing Terlantar di Kediri

Aug 18, 2025 | Berita, Blog, Lingkungan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Kediri Di sebuah taman kecil bernama Taman Kucing Liwizza, Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, puluhan pasang mata mungil menyambut dengan penuh antusias. Ratusan kucing jalanan berlarian mendekat saat para relawan dari Relawan Nusantara terlihat membawa kantong-kantong pakan pada Sabtu pagi, (10/08).

Selama ini, kucing-kucing itu ditampung dan dirawat oleh Mbak Wiwin, relawan kucing yang mengelola taman tersebut dengan biaya pribadi. Setiap hari, ia memastikan para anabul tidak kelaparan, meski harus merogoh kantong sendiri.

Lebih dari Sekadar Memberi Makan

Menurut Tim Relawan Nusantara Kediri, aksi ini bukan hanya untuk mengisi perut kucing liar. “Kucing sering dianggap sepele, padahal mereka sama-sama butuh perhatian. Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sekecil apa pun bisa berarti besar bagi kehidupan mereka,” ungkap tim relawan.

Selain membagikan pakan, Relawan Nusantara juga memberikan edukasi singkat kepada warga sekitar tentang pentingnya merawat hewan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga mencegah populasi berlebih melalui program sterilisasi. Beberapa warga yang lewat bahkan ikut membantu memberi makan dan mengelus kucing-kucing tersebut.

Dari Taman Kecil untuk Gerakan Besar

Mbak Wiwin berharap gerakan ini bisa berlanjut dan menginspirasi banyak orang. “Jika semua orang mau menyisihkan sedikit waktu dan rezekinya, tidak akan ada lagi kucing yang kelaparan di jalan,” ujarnya.

Aksi sederhana ini menjadi bukti bahwa kebaikan tidak diukur dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari ketulusan hati untuk berbagi. Karena satu mangkuk pakan bagi para kucing jalanan, bisa menjadi harapan baru untuk bertahan hidup.

Satu Mangkuk Pakan, Seribu Harapan

Masih banyak kucing jalanan yang belum merasakan kenyang di perut dan hangatnya kasih sayang. Dengan sedikit bantuan, kita bisa hadir di tengah lapar mereka, membawa harapan di setiap suapan.

Klik di sini untuk berdonasi dan bergabung dalam gerakan #LuaskanManfaat bersama Relawan Nusantara. Karena satu mangkuk pakan bagi para anabul, bisa menguatkan langkah mereka untuk bertahan.