Asia Tenggara Bersatu untuk Palestina: Rangkaian Aksi Solidaritas Dimulai di Pattani, Thailand

Aug 22, 2025 | Berita, Blog, Palestina

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Pattani, Thailand – Ribuan pemuda memadati Pattani Center pada Rabu (20/8/2025) dalam agenda Orasi Pemuda Menembus Blokade Gaza yang digelar oleh Sumud Nusantara. Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan internasional Global Sumud Flotilla yang menghadirkan suara para pemuda rumpun Melayu dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Mereka menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina tidak mengenal batas negara.

Relawan Nusantara Turut Ambil Peran di Global Sumud Flotilla

Di balik kegiatan ini, Relawan Nusantara pun turut ambil peran dalam gerakan internasional Global Sumud Flotilla, sebuah konvoi damai yang bertujuan menembus blokade Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Gerakan ini tidak hanya membawa pesan solidaritas, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meluaskan manfaat dan dukungan agar suara kemanusiaan menggema lebih kuat di dunia internasional.

Di tengah terik panasnya Pattani, suara orasi bergema lantang. Satu per satu perwakilan negara berdiri di panggung, menyampaikan pesan yang sama, “Palestina tidak sendiri.” Seruan itu bukan sekadar slogan, melainkan janji solidaritas yang lahir dari hati para pemuda Asia Tenggara.

Massa terdiam haru saat pemuda Pattani menampilkan teatrikal genosida, sebuah drama yang menggambarkan penderitaan rakyat Gaza akibat blokade panjang dan agresi tak berkesudahan. Adegan-adegan sunyi disertai jeritan simbolik itu menggetarkan jiwa, menegaskan bahwa luka Palestina adalah luka kita bersama.

Acara kemudian dilanjutkan dengan konvoi damai. Sekitar 30 mobil dan ratusan motor bergerak pelan dari Pattani Center menuju Masjid Kresik, membawa bendera dan poster solidaritas. Menjadi simbol perjalanan panjang perjuangan, sekaligus doa yang bergerak di jalanan, agar Gaza kembali bebas bernapas.

Konvoi Damai Berlanjut ke Malaysia, Suara Solidaritas Menggema di Asia Tenggara

Rangkaian aksi solidaritas ini memang tidak berhenti di Pattani. Agenda berikutnya akan berlangsung di Malaysia sebagai titik penting perjalanan, sekaligus penguatan dukungan publik di Asia Tenggara untuk menekan berakhirnya blokade Gaza.

Berbagai NGO di Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy juga akan menggelar aksi serupa sebelum relawan bertolak ke Tunisia. Agenda akbar ini membuktikan bahwa dari Pattani hingga Kuala Lumpur, dari Jakarta hingga Manila, pemuda rumpun Melayu bersatu menyuarakan kemanusiaan. Gaza tidak sendirian. Karena suara solidaritas akan terus bergema, melampaui batas negara dan sekat politik.

Mari Berlayar Bersama

Tidak semua dari kita bisa ikut menaiki kapal dan menembus blokade Gaza. Tapi pesan cinta kita bisa ikut berlayar bersama mereka. Sebab setiap dukungan adalah tanda bahwa kemanusiaan tak akan pernah bisa dibungkam.

Klik di sini untuk ikut melayarkan dukungan. Karena sekecil apa pun kepedulian dari kita, adalah kekuatan yang mendorong kapal ini bisa sampai ke Gaza.