Relawan Nusantara Berlayar Bersama Kapal dari 44 Negara, Suarakan Dukungan untuk Palestina

Aug 25, 2025 | Berita, Blog, Palestina

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Relawan Nusantara, organisasi kemanusiaan yang selama ini konsisten mengirimkan bantuan besar ke Palestina maupun ke seluruh penjuru Indonesia, kini melangkah lebih jauh lagi. Bukan hanya mengirim donasi ke Palestina, Relawan Nusantara mengirim kapal dalam misi global menembus blokade Gaza.

Sabtu, 23 Agustus 2025, dua delegasi Relawan Nusantara berangkat ke Malaysia untuk bergabung dengan Global Sumud Flotilla (GSF), yakni konvoi kemanusiaan laut yang melibatkan 72 kapal dari 44 negara. Indonesia sendiri mengirim tujuh kapal, dan salah satunya merupakan kapal dari Relawan Nusantara.

Jejak Anak Bangsa di Armada Kemanusiaan Dunia

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Relawan Nusantara atas upaya besar dan donasi yang telah memungkinkan pembelian sebuah kapal yang akan bergabung dalam Global Sumud Flotilla, armada kemanusiaan yang damai dan tanpa kekerasan, yang akan berlayar pada akhir Agustus dari berbagai pelabuhan di Laut Mediterania menuju Gaza. Misi ini akan membawa makanan dan obat-obatan untuk rakyat Gaza, menyuarakan bahwa genosida harus dihentikan, serta berusaha memecah blokade ilegal di Gaza. Terima kasih banyak.” ujar Mrs. Maria, Steering Committee Global Sumud Flotilla, dalam acara pelepasan di Kuala Lumpur (24/8). Ucapan tersebut bukan sekadar formalitas, di baliknya tersimpan pengakuan bahwa kontribusi Indonesia tidak bisa dipandang remeh.

Di panggung internasional ini, Relawan Nusantara hadir bersama ratusan relawan dari Asia dalam koalisi Sumud Nusantara, yang digagas Malaysia, Indonesia, Thailand, Sri Lanka, Pakistan, Maladewa, dan beberapa negara lainnya. Koalisi ini menyumbang 20 kapal dari 72 kapal yang akan berlayar.

Menerobos Lautan, Menyentuh Jiwa Kemanusiaan

Ustadz Bachtiar Nasir, delegasi Indonesia yang hadir dalam pelepasan misi, menyampaikan pesan mendalam, “Misi ini untuk menembus hati dan pikiran kita. Membongkar blokade hati umat Islam. Tugas kita menjalani proses, hasil ditentukan Allah.”, Ustadz Bachtiar Nasir juga menekankan agar para peserta meniatkan partisipasi mereka sebagai ibadah. Karena tujuan akhir misi ini adalah membebaskan Masjid Al-Aqsha.

Relawan Nusantara: Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kemanusiaan Bergerak

Bukan sekali ini Relawan Nusantara membantu Palestina. Selama bertahun-tahun, Relawan Nusantara secara konsisten menyalurkan bantuan kepada warga Palestina dalam jumlah besar, memastikan makanan, obat, dan kebutuhan hidup sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. Namun kali ini, mereka turun langsung ke medan global, membuktikan bahwa solidaritas Indonesia tidak berhenti di batas donasi.

Kapal yang berlayar juga menjadi simbol keberanian, kepedulian, dan simbol bahwa Indonesia tidak hanya mengirim doa, tetapi juga bagian dari perjuangan kemanusiaan internasional.

Dari Nusantara ke Gaza: Solidaritas yang Melintas Samudra

Kapal Relawan Nusantara akan berlayar bersama puluhan kapal lainnya. Perjalanan ini bukan hanya tentang menembus blokade laut Gaza. Namun juga tentang menembus tembok ketidakpedulian, membangunkan nurani dunia, dan mengingatkan bahwa selama satu bangsa menderita, semua bangsa ikut terluka.

Klik di sini untuk ikut melayarkan dukungan. Inilah saatnya untuk meluaskan manfaat dan solidaritas. Karena sekecil apa pun kepedulian dari kita, adalah kekuatan yang mendorong kapal ini bisa sampai ke Gaza.