Al-Qur’an untuk Generasi Qur’ani di Tomi-Tomi, Maluku

Sep 11, 2025 | Alat Ibadah, Berita, Blog, Pendidikan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Maluku, 27 Agustus 2025 – Di sebuah desa kecil bernama Tomi-Tomi, Kecamatan Huamual Belakang, semangat anak-anak penghafal Al-Qur’an terus tumbuh meski dengan segala keterbatasan. Rabu sore itu, halaman mushola mereka tampak lebih ramai dari biasanya. Senyum para santri begitu jelas ketika Relawan Nusantara hadir, membawa puluhan mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra sebagai hadiah berharga untuk menemani perjalanan mereka menghafal.

Bagi para anak-anak dan santri penghafal Al-Qur’an disana, bantuan ini bukan sekadar lembaran mushaf. Ia adalah teman baru yang akan setia menemani malam-malam penuh tilawah, pagi yang riuh dengan hafalan, dan siang yang diisi dengan semangat belajar. Dibantu delapan relawan dan pemuda desa setempat, kegiatan penyaluran berlangsung secara sederhana, hangat, dan penuh rasa syukur.

Lebih dari Sekadar Buku

Di Tomi-Tomi, Al-Qur’an bukan hanya bahan bacaan. Ia adalah cahaya yang menuntun langkah, penguat hati, sekaligus jembatan harapan bagi masa depan anak-anak.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Relawan Nusantara yang telah peduli terhadap pendidikan agama di desa kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak yang sedang belajar dan menghafal Al-Qur’an. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur,” tutur Pak Andi, salah satu tokoh pemuda desa.

Momen itu menjadi pengingat bahwa pendidikan agama adalah pondasi kokoh dalam membentuk generasi. Mushaf dan Iqra yang sederhana bisa menjadi awal dari lahirnya para penghafal Qur’an yang kelak menjaga dan menyebarkan nilai-nilainya.

Hari itu, di Tomi-Tomi, kita belajar bahwa kepedulian tidak harus besar dan megah. Cukup hadir, berbagi, dan memberi apa yang dibutuhkan, maka cahaya kebaikan akan menemukan jalannya.

Klik di sini untuk menjadi bagian dari perjalanan mulia ini, dan Mari terus dukung lahirnya generasi Qur’ani di berbagai pelosok negeri.