Volunteer for Change: Paragonation & Relawan Nusantara Bergerak Bersama Membangun Semangat Desa

Oct 16, 2025 | Berita, Blog, Kemitraan, Lingkungan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Kabut pagi di Cimenyan belum sepenuhnya sirna ketika langkah-langkah ringan mulai mengisi jalanan tanah Kampung Buntis. Di tangan mereka ada kuas, bibit pohon, dan senyum sederhana. Mereka hadir untuk sama-sama belajar, menanam, mengecat, dan berbagi semangat.

Selasa 14 Oktober 2025, ParagonCorp melalui program Paragonation bergerak bersama Relawan Nusantara dalam kegiatan bertajuk Volunteer for Change: Membangun Semangat Desa.

Di bawah matahari yang perlahan meninggi, ratusan Paragonian menyebar di sekitar sekolah dasar desa. Memoles fasilitas sekolah dengan cat baru, berbagi ilmu dengan cara yang menyenangkan kepada anak-anak, juga menanam bibit pohon. Tanah yang semula tandus kini berisi harapan kecil, seribu pohon yang akan tumbuh menjadi nafas bagi banyak kehidupan.

“Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil, seperti menanam pohon atau mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga lingkungan. Rasanya bangga bisa ikut berkontribusi langsung untuk desa,” ujar salah satu Paragonian Volunteer yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sekilas, kegiatan ini tampak sederhana. Tapi di mata warga Cimenyan, sekolah mereka kini berwarna, anak-anak bisa bermain sambil belajar, dan lingkungan desa mereka mulai hijau kembali. Lebih dari 250 penerima manfaat merasakan langsung kehadiran yang bukan hanya membantu, tetapi juga menghidupkan.

Kepala desa dan beberapa warga menyambut dengan penuh syukur. Bagi mereka, kolaborasi ini merupakan bentuk kepedulian yang membumi. Herlan Wilandari, CEO Relawan Nusantara, menyebut kegiatan ini sebagai contoh nyata bagaimana perusahaan dan masyarakat bisa tumbuh bersama.

“Kami sangat mengapresiasi langkah ParagonCorp yang tidak hanya mendukung secara materi, tetapi juga menghadirkan karyawan untuk terjun langsung. Ini bentuk nyata kolaborasi yang berdampak,” ujarnya.

Di penghujung kegiatan, suasana berubah syahdu. Anak-anak bersemangat menempelkan cat di tangannya, para relawan saling bercengkrama, di antara pohon muda yang baru ditanam, mereka tersenyum. Mungkin membayangkan, bagaimana di tahun-tahun mendatang, pohon itu akan tumbuh tinggi, meneduhi jalan, menjadi pengingat bahwa kebaikan kecil yang dilakukan bersama, tak akan pernah sia-sia.

Program Volunteer for Change adalah cermin sederhana bahwa tanggung jawab sosial bukan hanya milik lembaga, tapi milik setiap hati yang masih punya ruang untuk peduli. Dan mungkin, di antara semua hal yang ditinggalkan di hari itu, baik cat berwarna, akar yang baru ditanam, dan tawa anak-anak, yang paling berharga adalah keyakinan bahwa perubahan selalu bisa terjadi, asal ada yang mau memulai.

Karena kebaikan tidak perlu megah untuk berarti. Cukup dilakukan dengan tulus, maka ia akan tumbuh, seperti pohon, seperti harapan, seperti semangat desa.