Bagi sebagian besar dari kita, air bersih adalah sesuatu yang begitu dekat. Kita bisa membuka keran, mengisi gelas, memasak, mandi, atau mencuci tanpa harus memikirkan dari mana air untuk esok hari.
Namun, bagi banyak keluarga di Gaza, mendapatkan air bersih masih menjadi bagian dari perjuangan sehari-hari.
OCHA (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) mencatat bahwa hingga September 2026, sekitar 91 persen rumah tangga yang dinilai di Gaza menghadapi kerawanan air tingkat sedang hingga tinggi. Banyak keluarga masih bergantung pada distribusi air menggunakan truk karena sumber dan infrastruktur air belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, air bukan lagi sekadar kebutuhan sehari-hari. Ia menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup keluarga.
Keterbatasan air di Gaza berkaitan erat dengan rusaknya infrastruktur, keterbatasan bahan bakar, serta terganggunya fasilitas pengolahan dan distribusi air.
Bagi keluarga yang hidup dalam kondisi pengungsian dan keterbatasan fasilitas sanitasi, persoalan air kemudian tidak hanya berkaitan dengan rasa haus. Air juga dibutuhkan untuk memasak, membersihkan diri, mencuci, serta menjaga lingkungan tetap higienis.
Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, risiko penyakit ikut meningkat.
Krisis Air Bersih di Gaza dan Dampaknya Bagi 1,1 Juta Anak

Krisis air juga menjadi persoalan besar bagi anak-anak.
UNICEF sebelumnya mencatat bahwa sekitar 1,1 juta anak di Gaza menghadapi ketidakpastian dalam mendapatkan air setiap hari. Dalam kondisi tersebut, akses terhadap air aman menjadi bagian penting dari perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar anak.
Laporan UNICEF juga menunjukkan bahwa sebagian keluarga masih kesulitan memenuhi kebutuhan minimum air untuk minum dan memasak.
Karena itu, ketika sebuah tangki air tiba di tengah komunitas yang membutuhkan, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi keluarga yang sudah lama menunggu, air yang mengalir ke dalam jeriken berarti ada air untuk diminum. Ada air untuk memasak. Ada kesempatan untuk menjaga kebersihan keluarga.
Relawan Nusantara bersama Para Mitra dan Donatur Berupaya Menyalurkan Air Bersih

Kebutuhan tersebut menjadi alasan Relawan Nusantara bersama para mitra dan donatur terus berupaya menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat Palestina.
Pada 31 Juli 2026, Relawan Nusantara bersama Yayasan Baitulmaal Muamalat dan mitra lokal menyalurkan 20.000 liter air layak minum untuk sekitar 400 keluarga di Gaza Utara. Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan empat mobil tangki.
Dua tangki disalurkan ke Pusat Pengungsian Fatimah Az-Zahra, sementara dua lainnya menjangkau kawasan Al-Daraj di Gaza Utara.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebutuhan paling dasar bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air.
Sebelumnya, pada April 2025, Relawan Nusantara juga menyalurkan 31.500 liter air bersih melalui sembilan tangki ke empat wilayah di Gaza Utara, yaitu Al-Aqsa, Sheikh Rawan, Al-Jisr, dan Al-Tuffah.
Bantuan tersebut tercatat memberikan manfaat langsung kepada sekitar 1.575 keluarga.
Dari dua penyaluran tersebut, terlihat bahwa kebutuhan air bersih bukan persoalan yang hanya muncul sesaat. Kebutuhan itu terus ada dan membutuhkan dukungan yang berkelanjutan.
Pembangunan Sumber Air Bersih Berkelanjutan

Selain distribusi air menggunakan tangki, Relawan Nusantara juga pernah mendukung pembangunan sumber air bersih permanen di Gaza Utara.
Pada 2026, sebuah sumber air dibangun di sekitar Jalan Al-Bahr untuk melayani sekitar 2.000 keluarga. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 200.000 liter air per hari serta dilengkapi titik air umum yang dapat digunakan masyarakat.
Pendekatan seperti ini penting karena bantuan air tidak hanya dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan hari ini.
Di tengah krisis yang berlangsung panjang, masyarakat juga membutuhkan akses terhadap sumber air yang lebih stabil.
Manfaat Air Bersih Bagi Kesehatan dan Sanitasi Warga Gaza

Dua puluh ribu liter mungkin terdengar seperti angka yang besar. Begitu pula 31.500 liter.
Namun ketika angka tersebut sampai kepada ratusan hingga ribuan keluarga, kita bisa melihat makna yang sebenarnya.
Ada gelas yang kembali terisi. Ada air untuk memasak makanan keluarga. Ada anak yang bisa minum tanpa harus menunggu terlalu lama. Ada ibu yang tidak perlu terlalu cemas memikirkan persediaan air untuk hari itu. Dan ada keluarga yang kembali merasakan bahwa kebutuhan paling mendasar dalam hidup mereka masih diperhatikan.
Itulah mengapa bantuan air bersih memiliki arti yang begitu besar dalam situasi krisis.
Kebutuhan Air Bersih di Gaza Masih Berlanjut

Hingga September 2026, persoalan air bersih di Gaza masih menjadi perhatian kemanusiaan. OCHA melaporkan tingginya tingkat kerawanan air di antara rumah tangga yang dinilai, sementara keterbatasan infrastruktur, bahan bakar, dan akses terus memengaruhi kemampuan penyediaan air.
Di sisi lain, kondisi sanitasi yang terbatas juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Pada periode 10–30 Agustus, infeksi saluran pernapasan akut menjadi hampir separuh dari penyakit menular yang dilaporkan, sementara penyakit kulit dan diare akut juga tercatat di masyarakat.
Karena itu, menghadirkan air bersih berarti ikut membantu memenuhi salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan.
Mengalirkan Kebaikan Air Bersih dari Indonesia ke Gaza

Relawan Nusantara percaya bahwa kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar.
Ia bisa hadir dalam sesuatu yang sederhana: air yang bisa diminum, air yang bisa digunakan untuk memasak, atau air yang cukup untuk menjaga kebersihan sebuah keluarga.
Penyaluran 20.000 liter air bersih untuk 400 keluarga di Gaza Utara pada Juli 2026, setelah sebelumnya 31.500 liter untuk 1.575 keluarga pada 2025, menjadi bagian dari ikhtiar tersebut.
Masih ada keluarga yang membutuhkan. Masih ada wilayah yang akses airnya belum mudah. Dan masih ada ruang bagi lebih banyak kebaikan untuk mengalir.
Sebab pada akhirnya, air bukan hanya tentang berapa banyak liter yang kita salurkan. Air adalah tentang kehidupan yang tetap berjalan. Tentang keluarga yang bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Tentang anak-anak yang tetap bisa tumbuh dalam kondisi yang lebih layak.
Dan tentang kepedulian yang, meski berjarak ribuan kilometer, tetap bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Mari terus Luaskan Manfaat. Dari Indonesia, mengalirkan kebaikan hingga Palestina. Mari hadirkan Tangki Air untuk Palestina.

