Asia Tenggara Bersatu untuk Palestina: Rangkaian Aksi Solidaritas Dimulai di Pattani, Thailand

Aug 22, 2025 | Berita, Blog, Palestina

Ramadan selalu menghadirkan banyak cara untuk berbagi. Melalui program Glow Up Ramadan Little Fingers Edition, para relawan hadir membawa lebih dari sekadar kegiatan, ada kehangatan Ramadan yang dihadirkan untuk anak-anak yang saat ini sedang berjuang melawan penyakitnya masing-masing. Anak-anak hebat yang di usia mereka seharusnya masih dipenuhi oleh permainan dan tawa tanpa beban, namun justru mereka harus belajar tentang ketahanan, kesabaran, dan harapan.

Di balik tubuh kecil mereka, tersimpan kekuatan yang sering kali membuat banyak orang dewasa belajar arti keteguhan.

Menghadirkan Ruang Bahagia di Tengah Proses Pengobatan

Hari itu, ruangan yang biasanya dipenuhi suasana tenang berubah menjadi lebih hidup. Tangan-tangan kecil mulai berkumpul, wajah-wajah mungil menatap penuh rasa penasaran. Para relawan memulai kegiatan dengan sesi mendongeng, menghadirkan cerita-cerita sederhana yang membawa imajinasi anak-anak melayang jauh dari ruang perawatan dan obat-obatan.

Tawa kecil mereka sesekali pecah di tengah cerita. Ada yang tersenyum malu-malu, ada yang ikut menebak jalan cerita, dan ada pula yang hanya duduk diam sambil mendengarkan dengan mata berbinar.

Momen-momen sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari hal besar. Bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan, satu jam yang dipenuhi cerita, tawa, dan perhatian bisa menjadi hadiah yang sangat berarti. Sejenak, mereka kembali menjadi anak-anak yang bebas tertawa.

Pohon Harapan: Tempat Mimpi-Mimpi Kecil Dititipkan

Salah satu kegiatan yang paling menyentuh dalam program ini adalah membuat Pohon Harapan. Para relawan menyiapkan kertas-kertas kecil yang kemudian dibagikan kepada anak-anak. Di atas kertas itu, mereka menuliskan doa dan harapan yang tersimpan di hati mereka.

Ada yang menulis ingin segera sembuh.
Ada yang berharap bisa kembali bermain dengan teman-temannya.
Ada pula yang hanya menuliskan satu kalimat sederhana, ingin pulang ke rumah dengan sehat.

Kertas-kertas harapan itu kemudian ditempelkan bersama pada sebuah pohon yang menjadi simbol bahwa setiap harapan, sekecil apa pun, layak untuk dijaga dan diperjuangkan.

Melihat pohon itu perlahan dipenuhi doa-doa kecil menghadirkan perasaan haru yang sulit dijelaskan. Di balik tulisan-tulisan sederhana tersebut, ada keberanian besar dari anak-anak yang tidak pernah menyerah pada keadaan.

Peluk Hangat Ramadan untuk Anak-Anak Hebat

Ramadan selalu identik dengan kebersamaan. Namun bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pengobatan, banyak momen ramadan yang harus dilewati di tempat perawatan, jauh dari rutinitas yang biasa mereka nikmati.

Karena itu, kehadiran para relawan dalam program ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosial. Kehadiran mereka adalah bentuk peluk hangat ramadan yang menyampaikan satu pesan penting bahwa anak-anak ini tidak sedang berjuang sendirian.

Ada banyak orang yang peduli.
Ada banyak doa yang mengalir untuk mereka.

Melalui interaksi sederhana, permainan ringan, dan percakapan hangat, hubungan kecil mulai terbangun antara para volunteer dan anak-anak. Sebuah hubungan yang mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi meninggalkan kesan yang sangat dalam.

Bingkisan dan Vitamin sebagai Bentuk Dukungan Nyata

Sebagai bagian dari program Glow Up ramadan Little Fingers Edition, para relawan juga memberikan bingkisan dan vitamin khusus bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

Bingkisan tersebut bukan hanya sekadar hadiah. Di dalamnya terdapat pesan dukungan dan harapan agar mereka tetap kuat menjalani proses penyembuhan. Vitamin yang diberikan menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan mereka, sekaligus simbol bahwa banyak orang yang mendoakan kesembuhan mereka.

Bagi anak-anak ini, menerima bingkisan kecil sering kali menghadirkan kebahagiaan yang begitu tulus. Senyum mereka saat membuka paket sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun bisa membawa dampak yang besar.

Kebaikan Kecil yang Membawa Dampak Besar

Program Glow Up ramadan: Little Fingers Edition menunjukkan bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Kadang-kadang, kebaikan hadir dalam bentuk waktu yang diluangkan untuk mendengarkan cerita anak-anak. Hadir dalam bentuk tawa yang dibagikan bersama. Hadir dalam bentuk perhatian sederhana yang membuat seseorang merasa dihargai.

Bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit, kehadiran orang-orang yang peduli bisa menjadi sumber kekuatan baru. Mereka merasa dilihat, didengar, dan didukung dalam perjalanan yang tidak mudah.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk memperluas kebaikan. Klik disini untuk mendukung program kebaikan ini, agar semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan bahwa dunia masih penuh dengan orang-orang baik yang siap menguatkan mereka.

Karena terkadang, harapan bisa tumbuh dari hal-hal yang paling sederhana, sebuah cerita, sebuah senyuman, atau selembar kertas kecil yang digantung di pohon harapan.

Pattani, Thailand – Ribuan pemuda memadati Pattani Center pada Rabu (20/8/2025) dalam agenda Orasi Pemuda Menembus Blokade Gaza yang digelar oleh Sumud Nusantara. Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan internasional Global Sumud Flotilla yang menghadirkan suara para pemuda rumpun Melayu dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Mereka menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina tidak mengenal batas negara.

Relawan Nusantara Turut Ambil Peran di Global Sumud Flotilla

Di balik kegiatan ini, Relawan Nusantara pun turut ambil peran dalam gerakan internasional Global Sumud Flotilla, sebuah konvoi damai yang bertujuan menembus blokade Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Gerakan ini tidak hanya membawa pesan solidaritas, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meluaskan manfaat dan dukungan agar suara kemanusiaan menggema lebih kuat di dunia internasional.

Di tengah terik panasnya Pattani, suara orasi bergema lantang. Satu per satu perwakilan negara berdiri di panggung, menyampaikan pesan yang sama, “Palestina tidak sendiri.” Seruan itu bukan sekadar slogan, melainkan janji solidaritas yang lahir dari hati para pemuda Asia Tenggara.

Massa terdiam haru saat pemuda Pattani menampilkan teatrikal genosida, sebuah drama yang menggambarkan penderitaan rakyat Gaza akibat blokade panjang dan agresi tak berkesudahan. Adegan-adegan sunyi disertai jeritan simbolik itu menggetarkan jiwa, menegaskan bahwa luka Palestina adalah luka kita bersama.

Acara kemudian dilanjutkan dengan konvoi damai. Sekitar 30 mobil dan ratusan motor bergerak pelan dari Pattani Center menuju Masjid Kresik, membawa bendera dan poster solidaritas. Menjadi simbol perjalanan panjang perjuangan, sekaligus doa yang bergerak di jalanan, agar Gaza kembali bebas bernapas.

Konvoi Damai Berlanjut ke Malaysia, Suara Solidaritas Menggema di Asia Tenggara

Rangkaian aksi solidaritas ini memang tidak berhenti di Pattani. Agenda berikutnya akan berlangsung di Malaysia sebagai titik penting perjalanan, sekaligus penguatan dukungan publik di Asia Tenggara untuk menekan berakhirnya blokade Gaza.

Berbagai NGO di Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy juga akan menggelar aksi serupa sebelum relawan bertolak ke Tunisia. Agenda akbar ini membuktikan bahwa dari Pattani hingga Kuala Lumpur, dari Jakarta hingga Manila, pemuda rumpun Melayu bersatu menyuarakan kemanusiaan. Gaza tidak sendirian. Karena suara solidaritas akan terus bergema, melampaui batas negara dan sekat politik.

Mari Berlayar Bersama

Tidak semua dari kita bisa ikut menaiki kapal dan menembus blokade Gaza. Tapi pesan cinta kita bisa ikut berlayar bersama mereka. Sebab setiap dukungan adalah tanda bahwa kemanusiaan tak akan pernah bisa dibungkam.

Klik di sini untuk ikut melayarkan dukungan. Karena sekecil apa pun kepedulian dari kita, adalah kekuatan yang mendorong kapal ini bisa sampai ke Gaza.