Assik Team Family Bersama Relawan Nusantara Salurkan Bantuan di Gampong Blang Cut Pidie Jaya

Dec 11, 2025 | Bencana, Berita, Blog, Kemitraan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Blang Cut (9/12/2025) – Di Gampong Blang Cut, air bah yang datang tiba-tiba bukan hanya merendam rumah, tetapi juga merendam rasa aman. Dalam satu malam, seluruh kampung tenggelam di bawah banjir bandang, memaksa ratusan warga mengungsi. Di pos pengungsian, tatapan lelah para ibu, tangis kecil bayi yang kekurangan kebutuhan dasar, serta anak-anak yang kehilangan ruang bermainnya, menjadi gambaran nyata bahwa mereka tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tapi juga mereka kehilangan hari-hari yang tenang.

Dalam kondisi yang serba terbatas dan bantuan yang belum merata, Relawan Nusantara bersama Assik Team Family bergerak cepat menembus wilayah terdampak. Pada Selasa, 9 Desember 2025, mereka membawa harapan dalam bentuk kebutuhan paling mendesak, yakni 50 paket selimut, 60 paket baby kit, 20 paket sembako, 50 paket hygiene kit, serta 10 paket susu.

Merawat Luka, Menguatkan Harapan

Bantuan tidak berhenti hanya pada logistik. Di tengah pos pengungsian Blang Cut, para relawan juga membuka ruang kecil yang menghadirkan cahaya bagi anak-anak berupa layanan psikososial untuk merangkul rasa takut yang masih melekat setelah banjir. Di ruang itu, tawa kecil mulai kembali terdengar. Kertas gambar, permainan sederhana, dan sapaan hangat menjadi jembatan untuk memulihkan hati-hati kecil yang sempat terguncang.

Bagi para penyintas, bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Bahwa di luar sana, masih ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka bangkit. Setiap selimut, setiap paket makanan, dan sesi psikososial adalah bentuk solidaritas nyata yang meringankan langkah mereka menapaki hari-hari setelah bencana.

Pemulihan pasca banjir bukan proses singkat. Kita membutuhkan waktu, tenaga, dan kolaborasi dari banyak pihak untuk membantu warga Blang Cut kembali pada kehidupan yang layak. Dan setiap kontribusi, selalu berarti. Karena ketika satu kampung kehilangan segalanya, kepedulian kitalah yang mampu mengembalikan harapan.

Klik disini untuk ikut hadir memberi dukungan untuk Sumatera. Bersama, kita bisa memastikan bahwa mereka tidak berjuang sendiri. #WargaBantuWarga