Dari Lumpur ke Harapan: Cerita Relawan Nusantara Bersama Pertamina untuk Penyintas Banjir Denpasar

Oct 8, 2025 | Bencana, Berita, Blog

Ramadan selalu menghadirkan banyak cara untuk berbagi. Melalui program Glow Up Ramadan Little Fingers Edition, para relawan hadir membawa lebih dari sekadar kegiatan, ada kehangatan Ramadan yang dihadirkan untuk anak-anak yang saat ini sedang berjuang melawan penyakitnya masing-masing. Anak-anak hebat yang di usia mereka seharusnya masih dipenuhi oleh permainan dan tawa tanpa beban, namun justru mereka harus belajar tentang ketahanan, kesabaran, dan harapan.

Di balik tubuh kecil mereka, tersimpan kekuatan yang sering kali membuat banyak orang dewasa belajar arti keteguhan.

Menghadirkan Ruang Bahagia di Tengah Proses Pengobatan

Hari itu, ruangan yang biasanya dipenuhi suasana tenang berubah menjadi lebih hidup. Tangan-tangan kecil mulai berkumpul, wajah-wajah mungil menatap penuh rasa penasaran. Para relawan memulai kegiatan dengan sesi mendongeng, menghadirkan cerita-cerita sederhana yang membawa imajinasi anak-anak melayang jauh dari ruang perawatan dan obat-obatan.

Tawa kecil mereka sesekali pecah di tengah cerita. Ada yang tersenyum malu-malu, ada yang ikut menebak jalan cerita, dan ada pula yang hanya duduk diam sambil mendengarkan dengan mata berbinar.

Momen-momen sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari hal besar. Bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan, satu jam yang dipenuhi cerita, tawa, dan perhatian bisa menjadi hadiah yang sangat berarti. Sejenak, mereka kembali menjadi anak-anak yang bebas tertawa.

Pohon Harapan: Tempat Mimpi-Mimpi Kecil Dititipkan

Salah satu kegiatan yang paling menyentuh dalam program ini adalah membuat Pohon Harapan. Para relawan menyiapkan kertas-kertas kecil yang kemudian dibagikan kepada anak-anak. Di atas kertas itu, mereka menuliskan doa dan harapan yang tersimpan di hati mereka.

Ada yang menulis ingin segera sembuh.
Ada yang berharap bisa kembali bermain dengan teman-temannya.
Ada pula yang hanya menuliskan satu kalimat sederhana, ingin pulang ke rumah dengan sehat.

Kertas-kertas harapan itu kemudian ditempelkan bersama pada sebuah pohon yang menjadi simbol bahwa setiap harapan, sekecil apa pun, layak untuk dijaga dan diperjuangkan.

Melihat pohon itu perlahan dipenuhi doa-doa kecil menghadirkan perasaan haru yang sulit dijelaskan. Di balik tulisan-tulisan sederhana tersebut, ada keberanian besar dari anak-anak yang tidak pernah menyerah pada keadaan.

Peluk Hangat Ramadan untuk Anak-Anak Hebat

Ramadan selalu identik dengan kebersamaan. Namun bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pengobatan, banyak momen ramadan yang harus dilewati di tempat perawatan, jauh dari rutinitas yang biasa mereka nikmati.

Karena itu, kehadiran para relawan dalam program ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosial. Kehadiran mereka adalah bentuk peluk hangat ramadan yang menyampaikan satu pesan penting bahwa anak-anak ini tidak sedang berjuang sendirian.

Ada banyak orang yang peduli.
Ada banyak doa yang mengalir untuk mereka.

Melalui interaksi sederhana, permainan ringan, dan percakapan hangat, hubungan kecil mulai terbangun antara para volunteer dan anak-anak. Sebuah hubungan yang mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi meninggalkan kesan yang sangat dalam.

Bingkisan dan Vitamin sebagai Bentuk Dukungan Nyata

Sebagai bagian dari program Glow Up ramadan Little Fingers Edition, para relawan juga memberikan bingkisan dan vitamin khusus bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

Bingkisan tersebut bukan hanya sekadar hadiah. Di dalamnya terdapat pesan dukungan dan harapan agar mereka tetap kuat menjalani proses penyembuhan. Vitamin yang diberikan menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan mereka, sekaligus simbol bahwa banyak orang yang mendoakan kesembuhan mereka.

Bagi anak-anak ini, menerima bingkisan kecil sering kali menghadirkan kebahagiaan yang begitu tulus. Senyum mereka saat membuka paket sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun bisa membawa dampak yang besar.

Kebaikan Kecil yang Membawa Dampak Besar

Program Glow Up ramadan: Little Fingers Edition menunjukkan bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Kadang-kadang, kebaikan hadir dalam bentuk waktu yang diluangkan untuk mendengarkan cerita anak-anak. Hadir dalam bentuk tawa yang dibagikan bersama. Hadir dalam bentuk perhatian sederhana yang membuat seseorang merasa dihargai.

Bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit, kehadiran orang-orang yang peduli bisa menjadi sumber kekuatan baru. Mereka merasa dilihat, didengar, dan didukung dalam perjalanan yang tidak mudah.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk memperluas kebaikan. Klik disini untuk mendukung program kebaikan ini, agar semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan bahwa dunia masih penuh dengan orang-orang baik yang siap menguatkan mereka.

Karena terkadang, harapan bisa tumbuh dari hal-hal yang paling sederhana, sebuah cerita, sebuah senyuman, atau selembar kertas kecil yang digantung di pohon harapan.

Denpasar, 21 September 2025 – Hujan deras yang mengguyur Denpasar pada 10 September lalu meninggalkan luka dan lumpur di hampir setiap sudut kota. Sungai Tukad Badung yang meluap membuat rumah-rumah, toko, hingga tempat kerja warga terendam. Saat air surut, yang tersisa bukan hanya lumpur tebal, tapi juga kesedihan dan kebingungan tentang bagaimana melanjutkan kehidupan sehari-hari.

Tim dari Relawan Nusantara pun turun langsung, mendapat amanah dari PT Pertamina Kilang Minyak Internasional dan PT Pertamina Kilang Minyak Balikpapan untuk menyalurkan makanan siap saji bagi para penyintas banjir. Sebanyak ratusan porsi makanan dibagikan, bukan hanya untuk mengisi perut, tapi juga untuk menyampaikan pesan sederhana, bahwa saudara kita tidak pernah sendiri.

Langkah Kecil di Tengah Genangan

Pagi itu, enam orang Tim Relawan Nusantara berangkat membawa kotak-kotak makanan menuju tiga titik terdampak. Lokasi pertama di Jl. Pulau Biak, Banjar Tegal Gede, Denpasar Barat. Di sana, udara masih lembap, dan aroma lumpur bercampur dengan wangi sabun cuci. Kami melihat warga bahu membahu membersihkan rumah mereka. Seorang bapak paruh baya, yang kemudian kami tau adalah Kelian Adat Desa Pulau Biak, menyambut kami dengan senyum yang lelah namun begitu tulus, dan mengucapkan terimakasih.

Perjalanan berlanjut ke Jl. Kertapura, Pemecutan Klod. Beberapa anak kecil berlarian tanpa alas kaki, bermain air sisa genangan. Seorang ibu dengan tangan penuh cucian menatap dari jauh, lalu tersenyum saat tau tim Relawan Nusantara membawa makanan. Sekotak nasi hangat mungkin tampak sederhana, tapi di tengah situasi seperti ini, rasanya seperti pelukan hangat bagi mereka.

Cahaya Kecil dari Tangan yang Peduli

Titik terakhir yang didatangi adalah Jl. Taman Pancing Timur, Pemogan, Denpasar Selatan. Posko penanganan banjir masih aktif di bawah koordinasi Ibu Ocik, seorang perempuan tangguh yang tak berhenti memberi semangat pada warga. Ia menyalami tim Relawan Nusantara satu per satu.

Di sela-sela pembagian bantuan, tim Relawan Nusantara menyadari satu hal, bahwa  bencana mungkin memang merenggut banyak hal, tapi tidak bisa memadamkan rasa gotong royong. Warga saling bantu, saling hibur, dan saling jaga. Tim Relawan Nusantara hanya datang sebentar, tapi yang tersaksikan adalah keteguhan hati yang luar biasa.

Bersama Pertamina, Relawan Nusantara belajar bahwa membantu bukan hanya tentang memberi, tapi juga hadir, mendengar cerita mereka, menepuk bahu yang lelah, dan membawa sedikit harapan di tengah kesulitan.

Semoga bantuan kecil ini menjadi pengingat, bahwa di balik setiap bencana, selalu ada tangan-tangan yang tidak berhenti peduli untuk berjuang menumbuhkan kembali kehidupan.

Klik di sini untuk ikut mengulurkan tangan bersama Relawan Nusantara. Karena setiap bantuan kecil mampu meringankan beban besar saudara-saudara kita yang terdampak bencana.