Doa, Donasi, dan Dongeng: Kolaborasi Relawan Nusantara dan SD 123 Syukuri Kemerdekaan

Aug 15, 2025 | Berita, Blog, Palestina, Pendidikan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Bandung, 14 Agustus 2025 – Dalam rangka tasyakur bin ni’mah kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, SD 123 Babakan Priangan, Kota Bandung, bersama Relawan Nusantara menggelar kegiatan doa bersama dan donasi kemanusiaan untuk Palestina. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sejak usia dini, menumbuhkan empati anak-anak terhadap saudara-saudara mereka di belahan dunia lain yang tengah berjuang.

Doa dan Donasi sebagai Wujud Syukur Kemerdekaan

Acara ini bukan hanya menjadi peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran agar para siswa dapat mengenal makna berbagi. Siswa, guru, dan orang tua bersama-sama mengumpulkan donasi yang nantinya akan disalurkan melalui Relawan Nusantara untuk membantu warga Palestina.

Saat Dongeng Jadi Jembatan Hati

Suasana kegiatan menjadi semakin meriah dengan penampilan Kak Hana yang membawakan dongeng menggunakan boneka tangan. Tawa riang dan sorak sorai anak-anak terdengar di setiap sudut sekolah, menjadikan momen ini bukan hanya penuh kepedulian, tetapi juga penuh keceriaan.

Melalui kegiatan ini, para siswa belajar bahwa kepedulian kepada sesama dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan usia yang sangat muda.

Ucapan Terima Kasih untuk Semua Pihak

Ucapan terima kasih di sampaikan kepada seluruh siswa, guru, orang tua, dan relawan yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga langkah sederhana ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menebar kebaikan dan peduli pada sesama, sebab kepedulian adalah bahasa universal yang bisa dimengerti oleh semua hati.