Hijaukan Hati, Pulihkan Bumi: Relawan Nusantara dan Komunitas Kediri Raya Tanam 200 Pohon di Lereng Gunung Wilis

Jul 2, 2025 | Berita, Blog, Lingkungan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Kediri, Jawa Timur — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Relawan Nusantara bersama sejumlah komunitas lingkungan hidup di Kediri Raya menggelar aksi penanaman 200 pohon di Bantaran Sungai Bruno, Desa Kanyoran, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, tepat di lereng Gunung Wilis. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kolaboratif untuk menyelamatkan ekosistem sungai dari ancaman krisis iklim dan alih fungsi lahan.

Aksi Kolaboratif 150 Pemerhati Lingkungan: Menanam Harapan di Bantaran Sungai

Mengusung tema “Hijaukan Hati, Pulihkan Bumi – Satu Pohon Hari Ini, Seribu Harapan untuk Bumi”, aksi ini melibatkan 150 pemerhati lingkungan dari berbagai elemen masyarakat. Turut hadir dan terlibat aktif dalam aksi ini adalah:

  • Yayasan Hijau Daun Mandiri

  • GPA SMK Canda Bhirawa Pare

  • Bhimapala SMK Bhakti Mulia Pare

  • L2AG SMKN 1 Plosoklaten

  • PASMEK1NG SMKN 1 Ngasem

  • KALDERA SMAN 1 Pare

  • Forum Kali Brantas

Keterlibatan banyak elemen komunitas ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas generasi dan lintas komunitas adalah kunci dalam upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Rangkaian Aksi Tanam Pohon: Upaya Nyata Lawan Krisis Iklim

Aksi dimulai dengan penanaman 200 pohon yang terdiri dari:

  • 75 pohon Pule

  • 50 pohon Trembesi

  • 75 pohon Ficus (beringin lokal)

Jenis pohon yang ditanam dipilih secara khusus karena kemampuannya dalam menyerap karbon, memperkuat struktur tanah bantaran sungai, serta mendukung terbentuknya kawasan hijau baru di sepanjang Sungai Bruno.

“Aksi ini merupakan bagian dari gerakan penanaman 10.000 pohon di 8 wilayah Indonesia yang digagas Relawan Nusantara. Kami ingin kolaborasi ini menjadi gerakan masyarakat, bukan hanya seremoni,” ungkap Arik Charista Ahmad, Ketua Pelaksana Aksi.

Selain menanam pohon, kegiatan juga ditutup dengan makan sehat bersama berkonsep Zero Waste. Menu yang disajikan adalah nasi, empal goreng, dan tumis wortel-buncis yang disajikan di atas daun pisang guna meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai.

Menjaga Ekosistem Sungai, Menyelamatkan Masa Depan

Kegiatan ini tak hanya fokus pada penghijauan, tetapi juga menjadi bentuk kampanye perlindungan ekosistem sungai dari ancaman alih fungsi lahan, limbah domestik, dan pencemaran industri.

“Pemukiman dan industri di bantaran sungai menyebabkan kerusakan lingkungan. Penanaman pohon seperti ini adalah bentuk nyata untuk mengembalikan fungsi alami bantaran sungai,” ujar Chandra Iman Asrori dari Forum Kali Brantas.

Dampak nyata dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada 200 pohon yang ditanam, melainkan pada kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup secara konsisten.

Luaskan Manfaat, Bersama Hadirkan Harapan Hijau untuk Bumi

Relawan Nusantara percaya bahwa menanam satu pohon adalah menanam masa depan. Aksi sederhana seperti ini bisa jadi langkah awal untuk mengurangi dampak krisis iklim, memulihkan ekosistem air, dan menyelamatkan generasi mendatang.

Namun, aksi penghijauan dan edukasi lingkungan seperti ini butuh dukungan berkelanjutan. Kamu bisa ikut andil dalam mewujudkan aksi lingkungan berikutnya di berbagai wilayah Indonesia, melalui kontribusi donasi yang akan digunakan untuk:

  • Pembelian bibit pohon produktif dan pohon pelindung
  • Penyediaan alat tanam dan pelatihan relawan
  • Edukasi lingkungan untuk pelajar dan masyarakat

Mari luaskan manfaat. Kebaikanmu hari ini akan tumbuh menjadi rindangnya pepohonan yang melindungi bumi di masa depan.