Jejak Sejarah & Amalan Bulan Rabiul Akhir: Mari Hidupkan Semangat Beribadah

Sep 19, 2025 | Artikel, Blog

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Di antara perjalanan waktu dalam kalender Hijriah, setiap bulan menyimpan makna dan kisahnya sendiri. Begitu pula dengan Bulan Rabiul Akhir. Bulan ke-4 dalam Iislam yang kini hadir pada Selasa, 23 September 2025 (1447 H). Bukan sekadar nama dalam kalender, bulan ini membawa kita pada jejak sejarah Islam yang penuh pelajaran sekaligus kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan.

Di bulan inilah kita diajak menoleh ke belakang, mengenang peristiwa penting yang mengukir perjalanan umat, sekaligus menatap ke depan dengan semangat memperbaiki diri. Lalu, apa saja peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di bulan ini dan hikmah apa yang bisa kita petik? Yuk kita telusuri bersama.

Sejarah Penamaan Bulan Rabiul Akhir

Bulan Rabiul Akhiri berasal dari Bahasa Arab, “rabi’” yang berarti musim semi. Karena pada masa itu terjadi musim semi di jazirah Arab. Musim ini membawa rerumputan hijau, pepohonan berbuah, dan tanah yang subur. Karena musim semi berlangsung selama dua bulan, masyarakat Arab menamainya Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.

Meski tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan di bulan ini, Rabiul Akhir tetap memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Bulan ini menyimpan banyak peristiwa penting yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan Islam.

Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Akhir

1. Turunnya Surah Al-Hasyr
Salah satu keutamaan bulan Rabiul Akhir adalah turunnya surah Al Hasyr kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Asbabun Nuzul atau sebab-sebab diturunkannya surah tersebut adalah terjadinya peristiwa upaya pembunuhan Rasulullah SAW pleh kaum Yahudi bani Nadhir. Akibat perbuatan bani Nadhir, mereka menjadi kaum pertama yang dikumpulkan dan diusir dari Madinah. Sebagaimana dalam ayat Quran Surah Al-Hasyr ayat 2 dikatakan:

هُوَ الَّذِيْٓ اَخْرَجَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِاَوَّلِ الْحَشْرِۗ مَا ظَنَنْتُمْ اَنْ يَّخْرُجُوْا وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ مَّانِعَتُهُمْ حُصُوْنُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَاَتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوْا وَقَذَفَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَيْدِى الْمُؤْمِنِيْنَۙ فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ ۝٢

Dialah yang mengeluarkan orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab (Yahudi Bani Nadir) dari kampung halaman mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka akan keluar. Mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat menjaganya dari (azab) Allah. Maka, (azab) Allah datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Dia menanamkan rasa takut di dalam hati mereka sehingga mereka menghancurkan rumah-rumahnya dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).

2. Diutusnya Khalid bin Walid kepada Bani Al-Harits
Pada tahun 10 Hijriah, Rasulullah SAW mengutus Khalid bin Walid ke Yaman untuk menyeru Bani Al-Harits ibn Ka’b kepada Islam. Misi dakwah ini bertujuan untuk mengajak mereka masuk Islam secara damai. Setelah tiga hari menyeru secara damai, mereka menerima Islam. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang bijaksana dalam berdakwah dan menyebarkan agama islam.

 

3. Perang Al-Ghabah (Dzi Qarad)
Pada tahun 6 Hijriah, Rasulullah SAW memimpin perang Al-Ghabah. Peristiwa ini terjadi setelah Uyainah bin Hudzaifah bersama pasukan berkuda menyerang unta-unta Rasulullah SAW. Perang ini menunjukkan kesiapsiagaan umat Islam menghadapi ancaman.

 

4. Pengiriman Pasukan Muhammad bin Maslamah ke Dzul Qashshah
Rasulullah SAW mengutus Muhammad bin Maslamah bersama 10 sahabat menuju kabilah Bani Tsa’labah. Namun mereka diserang saat tertidur. Muhammad bin Maslamah terluka parah dan berhasil selamat dibawa ke Madinah. Rasulullah kemudian mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menindaklanjuti, namun tidak menemukan musuh kecuali harta rampasan berupa unta dan kambing.

 

5. Pengangkatan Umar bin Khattab sebagai Khalifah
Pada bulan ini, Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq pada tahun 13 Hijriah. Era kepemimpinan Umar menjadi tonggak penting kemajuan umat Islam. Pengangkatan Umar bin Khattab menjadi tanda dimulainya era baru dalam kepemimpinan Islam dengan berbagai ekspansi dan reformasi internal. 

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rabiul Akhir

Keutamaan suatu bulan, juga tergantung pada bagaimana kita melihat, memaknai, dan mengisinya. Bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, belum tentu kita mendapat keutamaannya apabila dilalui dengan kemaksiatan dan kemungkaran. Di sisi lain, Rabiul Akhir yang keutamaannya tidak seperti bulan Ramadhan, bisa juga menjadi bulan penuh keutamaan apabila dapat dilihat, dimaknai, dan diisi dengan berbagai amalan baik. Meskipun tidak ada amalan khusus yang diwajibkan, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan di bulan ini. Beberapa di antaranya:

  • Bertaubat

Saat ini kita masih diberi kesempatan untuk bernafas, maka Rabiul Akhir bisa menjadi bulan penuh keutamaan jika kita memanfaatkannya dengan amal terbaik. Dalam Surah At-Tahrim ayat 8 dikatakan: 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu,’” (QS. At-Tahrim [66]: 8).

  • Memperbanyak Sedekah
    Bersedekah adalah amalan sunnah yang begitu dianjurkan kepada umat Islam di berbagai keadaan baik miskin atau kaya selagi mampu. Bersedekah tidak hanya bernilai hubungan kepada Allah, namun mengandung nilai sosial kepada orang lain. Anjuran bersedekah dijelaskan dalam firman Allah Surah Al-Baqarah ayat 267 sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, berinfaklah [di jalan Allah] sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji,” (Al-Baqarah [2]: 267)

  • Puasa Ayyamul Bidh
    Selain Puasa Senin-Kamis, kaum muslim di bulan Rabiul Akhir dianjurkan untuk menjalankan Puasa Ayyamul Bidh atau tengah bulan. Puasa tersebut adalah salah satu wasiat yang disampaikan Rasulullah Saw. dalam hadis riwayat Abu Hurairah sebagai berikut:

“Dari Abu Hurairah RA, dia berkata,”Kekasihku [Rasulullah Saw] mewasiatkan kepadaku tiga nasehat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan [ayyamul bidh], mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur,” (HR. Bukhari no 1178).

 

  • Ibadah Lainnya

Selain amalan-amalan tersebut, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah lainnya. Misalnya membaca Al-Qur’an untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghidupkan malam dengan salat tahajjud yang penuh keutamaan, serta memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, takbir, istighfar, dan dzikir lainnya untuk menenangkan hati sekaligus menguatkan iman.

Rabiul Akhir bukan hanya tentang mengenang sejarah, tapi juga tentang menghidupkan semangat beramal. Mari jadikan bulan Rabiul Akhir ini sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan. Klik di sini untuk ikut berbagi kebaikan bersama Relawan Nusantara. Setiap sedekahmu In Syaa Allah menjadi amal jariyah yang terus mengalir.