Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Desa Sade

Sep 15, 2026 | Berita, Blog, Kebencanaan

Api telah padam. Namun bagi masyarakat Dusun Sade, Lombok Tengah, cerita tentang kebakaran belum benar-benar berakhir.

Setelah kebakaran melanda Desa Sade dan masa tanggap darurat berakhir pada 5 September 2026, masyarakat mulai memasuki fase yang tidak kalah penting: pemulihan.

Di tengah proses tersebut, melalui amanah donatur Relawan Nusantara kembali hadir menyalurkan bantuan berupa Alat Tulis dan Perlengkapan Sekolah (ATK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta Baby Kits bagi keluarga penyintas kebakaran Desa Sade.

Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak, bayi, dan balita yang terdampak sekaligus mendukung mereka agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah kehilangan banyak hal akibat kebakaran.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, H. Masnun, S.Pd., M.Pd., bersama Relawan Nusantara.

Setelah Api Padam, Perjuangan Belum Selesai

Anak-anak penyintas kebakaran Desa Sade tersenyum bahagia saat menerima paket bantuan dari Relawan Nusantara.

Bagi anak-anak penyintas, bantuan ATK bukan sekadar buku dan perlengkapan sekolah.

Di tengah rumah yang terbakar dan kehidupan yang harus kembali ditata, perlengkapan sekolah menjadi salah satu cara untuk mengingatkan mereka bahwa kegiatan belajar harus terus berjalan.

Sementara itu, bantuan PMT diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan tambahan dan nutrisi anak-anak. Adapun Baby Kits ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar bayi dan balita dari keluarga terdampak.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang baru saja kehilangan tempat tinggal dan barang-barang yang mereka miliki, bantuan kecil dapat menjadi penguat untuk kembali melangkah.

Mendengarkan Kebutuhan Warga Sade

Tim Relawan Nusantara sedang berdialog dan berinteraksi dengan anak-anak serta warga penyintas kebakaran di dalam tenda pengungsian Desa Sade.

Selain mendistribusikan bantuan, Relawan Nusantara juga berdialog langsung dengan masyarakat Dusun Sade.

Percakapan bersama warga menjadi bagian penting untuk memahami kondisi mereka setelah masa tanggap darurat berakhir. Sebab, kebutuhan masyarakat tidak berhenti ketika bantuan darurat selesai disalurkan.

Memasuki fase pemulihan, warga menyampaikan setidaknya tiga kebutuhan utama, yaitu pemulihan infrastruktur, pemulihan ekonomi, serta pemulihan fasilitas kebudayaan.

Ketiganya saling berkaitan dengan kehidupan masyarakat Sade.

Ketika yang Terbakar Bukan Hanya Rumah

Kondisi puing-puing sisa bangunan kayu yang terbakar dan gerabah tradisional yang tersisa pascakebakaran di Desa Adat Sade.

Kebakaran tidak hanya meninggalkan kerusakan pada tempat tinggal.

Bagi masyarakat Sade, ada bagian lain dari kehidupan mereka yang ikut hilang dalam peristiwa tersebut: berbagai fasilitas kebudayaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial dan aktivitas masyarakat.

Tolib, Koordinator Guide Wisata Sade sekaligus anggota koordinator bantuan bencana, mengatakan bahwa fasilitas kebudayaan masyarakat turut hangus dalam kebakaran.

Fasilitas budaya yang kami miliki hangus dilalap api dan hampir tidak ada yang tersisa. Alat musik seperti gendang beleq dan gamelan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Sade. Karena itu, mewakili masyarakat dan pengurus wisata Sade, kami berharap fasilitas kebudayaan tersebut dapat segera dipulihkan seiring dengan pembangunan infrastruktur lainnya.” ujarnya.

Bagi masyarakat Sade, kebudayaan bukan sekadar benda atau fasilitas yang dapat dibangun kembali.

Ia adalah bagian dari identitas, kehidupan sosial, sekaligus sesuatu yang selama ini berjalan berdampingan dengan aktivitas pariwisata masyarakat.

Karena itu, pemulihan fasilitas kebudayaan menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat untuk bangkit setelah kebakaran.

Perempuan Sade Mulai Menenun dari Tenda

warga penyintas kebakaran Desa Sade, sedang menenun kain menggunakan alat tradisional di dalam tenda pengungsian.

Di tengah upaya membangun kembali kehidupan, masyarakat juga harus memikirkan bagaimana kembali mendapatkan penghasilan.

Dampak kebakaran dirasakan oleh kelompok perempuan adat Sade yang selama ini menggerakkan ekonomi keluarga melalui produksi dan penjualan kain tenun.

Alat tenun, bahan produksi, hingga barang dagangan mereka turut hangus terbakar.

Kini, sebagian perempuan harus memulai kembali aktivitas menenun dengan segala keterbatasan. Alat tenun yang sebelumnya mereka miliki tidak lagi ada. Untuk sementara, beberapa warga meminjam alat tenun dari kampung sebelah.

Aktivitas menenun pun dilakukan dari tempat tinggal sementara di tenda pengungsian.

Inaq Al, salah satu warga Sade, merupakan salah satunya. Ia kini menggunakan alat tenun pinjaman sembari menunggu hingga mampu memiliki alat sendiri dan kembali menenun secara mandiri.

Namun, alat tenun bukan satu-satunya kebutuhan.

Untuk kembali memproduksi kain, para perempuan juga membutuhkan modal awal untuk membeli bahan dasar tenun. Artinya, pemulihan ekonomi tidak hanya tentang menyediakan tempat untuk kembali bekerja, tetapi juga memberikan kesempatan agar masyarakat dapat kembali menjalankan sumber penghidupannya.

Pemulihan Sade Berarti Memulihkan Kehidupan

Anak-anak Desa Sade mewarnai bersama di tenda pengungsian dan dua remaja tersenyum ceria menerima bantuan dari Relawan Nusantara.

Kebakaran Desa Sade mengingatkan kita bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan rumah atau fasilitas fisik.

Ada anak-anak yang perlu kembali bersekolah. Ada bayi dan balita yang membutuhkan asupan dan perlengkapan dasar. Ada keluarga yang harus kembali membangun sumber penghidupan. Dan ada kebudayaan yang perlu dijaga agar tetap hidup.

Bagi masyarakat Dusun Sade, bangkit dari kebakaran bukan sekadar kembali seperti sebelum bencana terjadi.

Pemulihan berarti mengembalikan ruang hidup, menghidupkan kembali sumber penghidupan, dan menjaga identitas budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui bantuan dan dialog bersama masyarakat, Relawan Nusantara berharap dukungan bagi penyintas kebakaran Desa Sade dapat terus berlanjut, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan dasar keluarga, pemulihan ekonomi, serta pelestarian kebudayaan.

Sebab ketika api telah padam, yang perlu kita bantu bukan hanya mereka yang kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mereka yang sedang berusaha membangun kembali kehidupannya. Mari bantu warga Desa Adat Sade.