Keutamaan 10 Hari Terkahir Ramadhan: Waktu Terbaik untuk Meraih Ampunan dan Pahala

Mar 23, 2025 | Artikel, Blog, Ramadhan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, dan 10 hari terakhir adalah bagian paling istimewa. Pada hari-hari ini, umat Islam dianjurkan untuk mengingatkan ibadah karena terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. 

Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan

1. Adanya Malam Lailatul Qadar

Allah SWT berfirman:

malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

  • Malam ini adalah saat turunnya Al-Qur’an.
  • Ibadah pada malam ini lebih baik dari ibadah selama 83 tahun!

2. Peluang Pengampunan Dosa

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan penuh harapan akan pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim)

3. Pintu Surga Terbuka Lebar

Pada 10 malam terakhir, Allah SWT semakin membuka rahmat-Nya bagi hamba-hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.

4. Meneladani Sunnah Rasulullah ﷺ

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah mengidupkan malam-malam tersebut, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikat pinggang.” (HR. Bukhari & Muslim)

Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Terakhir Ramadhan

✅ Meningkatkan Shalat Malam (Qiyamul Lail/Tarawih & Tahajud)

Shalat malam menjadi amalan utama untuk meraih Lailatul Qadar.

✅ I’tikaf di Masjid

Rasulullah ﷺ selalu melakukan i’tikaf pada 10 malam terakhir untuk fokus beribadah.

✅ Memperbanyak Doa, Terutama Doa Lailatul Qadar

Doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

(Ya Allah, engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.) (HR. Tirmidzi)

✅ Membaca Al-Qur’an dan Berdzikir

Perbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan mengingat Allah agar hati semakin dekat dengan-Nya.

✅ Bersedekah

Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, terutama di bulan Ramadhan.

Mari perbanyak ibadah di hari-hari terakhir Ramadhan agar meraih kemenangan di dunia dan akhirat.