Kolaborasi Relawan Nusantara, SABUKI, dan Ooyehyeh Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak di Gampong Ulle Jalan Aceh

Dec 15, 2025 | Bencana, Berita, Blog, Kemitraan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Di Gampong Ulle Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, hari-hari warga berjalan dengan duka yang belum sepenuhnya reda. Di pos pengungsian, aktivitas sederhana seperti menyiapkan makanan atau beribadah kini dilakukan dalam keterbatasan. Di tengah kondisi itulah Relawan Nusantara bersama Komunitas Satu Bumi Kita (SABUKI) dan Ooyehyeh hadir, membawa dukungan dan juga penguat harapan.

Pada 12 Desember 2025, delapan relawan turun langsung menyapa warga. Bantuan disalurkan dari tangan ke tangan, memastikan setiap keluarga menerima kebutuhan yang paling mendesak. Puluhan paket sembako, paket baby kit, paket makanan tambahan, susu, pembalut, dan perlengkapan ibadah berupa sarung dan mukena disalurkan untuk memberikan hak-hak dasar yang tetap harus terjaga.

“Alhamdulillah, Terimakasih kepada donator dan para relawan yang telah membantu kami didalam masa darurat ini”, ucap pak keuchik Gampong Ulle Jalan

Ucapan terima kasih tersebut menggambarkan arti bantuan ini bagi warga. Di masa darurat, setiap dukungan menjadi penopang untuk bangkit. Bagi Relawan Nusantara dan para mitra kebaikan, misi ini bukan hanya tentang berapa banyak paket yang dibagikan, melainkan tentang dampak yang ditinggalkan.

Klik disini untuk ikut memberikan dukungan yang akan menjelma menjadi senyum bagi saudara kita disana. Bersama, kita menjaga asa warga Gampong Ulle Jalan agar tetap hidup, hingga mereka mampu kembali menata hari esok dengan lebih kuat.