Luaskan Manfaat: Relawan Nusantara Salurkan Al-Qur’an dan Iqro Braille untuk Anak Tuna Netra di Blora

Mar 25, 2025 | Alat Ibadah, Berita, Blog

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Blora – Semangat berbagi terus digaungkan oleh Relawan Nusantara dalam upaya meluaskan manfaat bagi sesama. Kali ini, kepedulian itu menyapa anak-anak tuna netra di SLB Budi Mulyo Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sebanyak 30 juz Al-Qur’an dan 5 paket Iqro Braille telah disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, memberikan harapan baru dalam mempelajari huruf-huruf hijaiyah.

Sejak pukul 09.00 WIB, tiga relawan memulai perjalanan mereka dengan penuh semangat. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Asrama Budi Mulyo Jepon, tempat tinggal bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sambutan hangat dari pengurus asrama dan perwakilan guru SLB menciptakan suasana penuh kehangatan. Di antara mereka, ada Mas Wahyu, seorang pemuda tuna netra berusia 20 tahun yang sejak kecil tinggal di asrama ini.

Mas Wahyu memiliki kisah yang menyentuh hati. Ditinggalkan oleh orang tuanya sejak kecil, ia kini mengabdikan diri membantu pengurus asrama dalam keseharian. Namun, keterbatasan penglihatannya tak menghalangi bakatnya yang luar biasa. Ia piawai memainkan alat musik piano dan memiliki suara yang merdu. Dalam kesempatan ini, Mas Wahyu bahkan menyuguhkan tiga lagu sebagai ungkapan kebahagiaan dan terima kasihnya.

Perjalanan Relawan Nusantara berlanjut ke kediaman Mas Niko, seorang anak tuna netra berusia 13 tahun yang kini duduk di kelas 2 SMP di SLB Budi Mulyo Jepon. Mas Niko memiliki ketertarikan tinggi terhadap teknik komputer dan otomotif. Dengan keterbatasan penglihatannya, ia tetap mampu mengoperasikan handphone dan laptop. Bahkan, dengan keahliannya, ia bisa memperbaiki perangkat yang rusak. Pendengarannya menjadi andalan utamanya dalam menjalankan aktivitas digital sehari-hari.

Pak Agung, Kepala Yayasan Budi Mulyo Jepon, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.

“Saya selaku Kepala Asrama Budi Mulyo Jepon mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan Al-Qur’an dan Iqro Braille untuk anak-anak kami. Insya Allah, ini sangat bermanfaat karena kami belum pernah memiliki Iqro dan Al-Qur’an Braille sebelumnya. Semoga anak-anak semakin semangat dalam belajar, terutama dalam mempelajari huruf-huruf hijaiyah.”

Bagi Relawan Nusantara, aksi ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga wujud nyata dalam meluaskan manfaat. Setiap halaman Al-Qur’an Braille yang mereka baca, setiap huruf hijaiyah yang mereka pelajari, menjadi bukti bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya. Relawan Nusantara berkomitmen untuk terus berbagi, menginspirasi, dan menerangi perjalanan anak-anak istimewa ini menuju masa depan yang lebih cerah.

#LuaskanManfaat #RelawanNusantara #AlQuranBraille