Masjid Darurat Berdiri di Kowong, Gotong Royong Lintas Agama Pascagempa Manggarai Timur

Sep 4, 2026 | Bencana, Berita, Blog

Gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur meninggalkan luka baru bagi warga Dusun Kowong, Desa Golo Lebo, Kabupaten Manggarai Timur. Masjid Al-Ikhlas, satu-satunya rumah ibadah umat Muslim di dusun tersebut, mengalami kerusakan struktur yang parah hingga tidak lagi aman digunakan.

Bangunan yang berdiri sejak 1996 sebagai mushola dan direnovasi menjadi masjid pada 2014 itu kini menyisakan retakan pada dinding dan atap yang runtuh. Sebagian warga bahkan sempat berencana merobohkan bangunan tersebut demi menghindari resiko saat gempa susulan datang.

Ketakutan yang Menghentikan Ibadah Berjamaah

Bagi warga Dusun Kowong, Masjid Al-Ikhlas bukan sekadar tempat menunaikan shalat. Selama bertahun-tahun, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang berkumpul warga di tengah keseharian mereka sebagai pekebun.

Ketika struktur masjid dinyatakan rusak parah, warga tidak berani lagi masuk ke dalam bangunan. Trauma pascagempa membuat mereka memilih menahan diri, meski itu berarti kehilangan tempat untuk shalat berjamaah yang biasa mereka jalani setiap hari.

Kondisi ekonomi warga yang mayoritas berprofesi sebagai pekebun turut mempersulit upaya pembangunan kembali secara mandiri. Tanpa uluran tangan dari kita, kebutuhan mendesak akan ruang ibadah yang aman sulit terpenuhi dalam waktu singkat.

Masjid Darurat Berdiri di Atas Lahan Wakaf

Warga Dusun Kowong bersama relawan membentangkan terpal biru dan karpet sajadah di dalam tenda masjid darurat Al-Ikhlas.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim Relawan Nusantara bergerak membangun masjid darurat di atas sisa lahan wakaf milik warga. Pembangunan ini menjadi solusi sementara agar aktivitas ibadah warga Dusun Kowong tidak terhenti akibat kerusakan bangunan masjid.

Prosesnya berlangsung dengan semangat gotong royong yang kuat. Warga Muslim dan non-Muslim di Desa Golo Lebo turun tangan bersama-sama mendirikan tenda darurat, menunjukkan potret toleransi yang hidup di tengah situasi sulit pascagempa.

Arik, dari Relawan Nusantara yang terlibat langsung di lapangan, menuturkan pengalamannya bekerja bersama warga setempat. “Alhamdulillah, kita dibantu sama warga sekitar desa Golo Lebo ini, dan insyaa allah sudah bisa dipakai aktivitas sholat jumat mohon dukungannya terus, semoga wilayah ini bisa pulih kembali,” ujarnya.

Ruang Ibadah yang Kembali Bisa Digunakan

Umat Muslim Dusun Kowong melaksanakan shalat berjamaah dengan khusyuk di dalam tenda masjid darurat pascagempa Manggarai Timur.

Setelah masjid darurat berdiri, warga Dusun Kowong akhirnya kembali memiliki tempat yang layak untuk melaksanakan shalat berjamaah. Kehadirannya menjawab kegelisahan yang sempat dirasakan warga sejak masjid lama dinyatakan tidak dapat digunakan.

Bapak Asrul, seorang guru madrasah sekaligus bagian dari umat Masjid Al-Ikhlas, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran bantuan ini. “Alhamdulillah, kami segenap umat masjid Al-Ikhlas Kowong mengucapkan terima kasih banyak kepada donatur Relawan Nusantara yang telah hadir di tengah-tengah kegundahan kami pada hari ini pascagempa dalam rangka membantu tenda darurat sebagai masjid, dan insyaa Allah mulai hari ini masjidnya sudah siap digunakan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa kehadiran Relawan Nusantara memberi arti besar bagi kampung yang berada di wilayah pedalaman. “Kami sangat merasa bangga dengan kehadiran Relawan Nusantara, karena dengan kondisi masjid yang sudah tidak bisa digunakan untuk sholat berjamaah, bisa dibantu membangun masjid darurat sementara walaupun dengan tenda,” katanya.

Toleransi sebagai Kekuatan Pemulihan

Pembangunan masjid darurat ini juga menjadi contoh bagaimana solidaritas lintas agama dapat tumbuh dalam situasi bencana. Warga non-muslim yang ikut membantu mendirikan tenda menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang ibadah dipahami sebagai kebutuhan bersama, bukan hanya milik satu kelompok.

Kolaborasi semacam ini memperlihatkan bahwa pemulihan pascagempa tidak melulu soal bangunan fisik. Ada nilai kebersamaan yang ikut terjaga ketika warga dari latar belakang berbeda memilih bahu-membahu menyelesaikan satu persoalan yang sama.

Harapan Menuju Rekonstruksi Permanen

Tampak luar bangunan masjid darurat beratap terpal biru dari Relawan Nusantara di Dusun Kowong, Desa Golo Lebo, Manggarai Timur.

Kehadiran masjid darurat di Dusun Kowong diharapkan dapat menjaga keberlangsungan ibadah warga selama proses pemulihan berlangsung. Namun, ini baru langkah awal dari kebutuhan yang lebih besar.

Masjid Al-Ikhlas yang telah berdiri sejak 1996 masih membutuhkan rekonstruksi permanen agar warga dapat kembali beribadah di bangunan yang kokoh dan aman. Mengingat keterbatasan ekonomi warga sebagai pekebun, dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan kembali secara menyeluruh.

Perjalanan warga Kowong untuk memiliki kembali masjid yang kokoh masih panjang. Mari menjadi bagian dari ikhtiar ini, agar Masjid Al-Ikhlas tidak hanya berdiri sebagai tenda darurat, tetapi kembali menjadi rumah ibadah permanen bagi warga Golo Lebo.Relawan Nusantara berharap kehadiran masjid darurat ini dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas, sehingga proses menuju rekonstruksi permanen dapat segera terwujud bagi warga Dusun Kowong.