Menyalakan Kembali Harapan: YBM PLN EPI dan Relawan Nusantara Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Kabupaten Agam

Dec 17, 2025 | Bencana, Berita, Blog, Kemitraan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

“Sejak banjir datang, kami kehilangan banyak hal. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tapi juga sebagai penguat bahwa kami tidak sendirian menghadapi musibah ini,” ungkap Ibu Reni (42), warga Salareh Aia Utara, terucap dengan mata berkaca-kaca.

Kalimat itu menggambarkan kondisi para penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam. Kehilangan yang masih terasa, namun perlahan diiringi dengan harapan. Hal serupa disampaikan Bapak Yusran dari Jorong Kayu Pasak Selatan,

“Terima kasih kepada YBM PLN EPI dan Relawan Nusantara. Bantuan ini sangat membantu kami yang masih bertahan di pengungsian. Semoga kebaikan ini dibalas berlipat.”

Aksi Kemanusiaan YBM PLN EPI dan Relawan Nusantara Hadirkan Harapan di Kabupaten Agam

Di tengah keterbatasan, kehadiran bantuan menjadi penguat bagi mereka untuk tetap bertahan. Pada 16 Desember 2025, di tengah duka akibat bencana yang melanda Kabupaten Agam, secercah harapan hadir melalui aksi kemanusiaan YBM PLN EPI bersama Relawan Nusantara. Bantuan disalurkan untuk para penyintas yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan setelah banjir bandang dan tanah longsor merenggut rumah serta harta benda mereka.

Penyaluran bantuan dilakukan di tiga titik terdampak, yakni Posko Sudu-Sudu di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam; Jorong Kayu Pasak Selatan, Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam; serta Aula Pengungsian Kampung Tanah Liek, Silungkang. Lokasi-lokasi tersebut menjadi tempat bertahan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan masih menggantungkan harapan di pengungsian. Di ruang-ruang inilah bantuan hadir dan langsung dirasakan manfaatnya oleh para penyintas.

Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, air mineral, pakaian layak pakai, senter, jas hujan, sepatu boot, hygiene kit, karpet, kasur, selimut, serta pampers. Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, terutama anak-anak, lansia, dan keluarga yang terdampak langsung. Bagi mereka, bantuan ini membantu meringankan beban sehari-hari dan memberikan rasa aman di tengah kondisi yang belum pulih sepenuhnya.

YBM PLN EPI bersama Relawan Nusantara menegaskan bahwa proses distribusi dan assessment akan terus dilanjutkan, agar bantuan dapat menjangkau para penyintas secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat terdampak, sekaligus upaya untuk menguatkan mereka melewati masa sulit. 

Di tengah duka yang masih menyelimuti Kabupaten Agam, uluran tangan ini menjadi pengingat bahwa harapan masih ada, dan sahabat bisa klik disini untuk ikut mengirimkan harapan dan kepedulian. Karena dari kepedulian itulah, kita mampu membantu para penyintas perlahan bangkit kembali.