Nabilah Eks JKT48 dan Relawan Nusantara Temui Pengungsi Palestina di Yordania: Satu Suapan Kasih Sayang

Oct 9, 2025 | Berita, Blog, Palestina

Ramadan selalu menghadirkan banyak cara untuk berbagi. Melalui program Glow Up Ramadan Little Fingers Edition, para relawan hadir membawa lebih dari sekadar kegiatan, ada kehangatan Ramadan yang dihadirkan untuk anak-anak yang saat ini sedang berjuang melawan penyakitnya masing-masing. Anak-anak hebat yang di usia mereka seharusnya masih dipenuhi oleh permainan dan tawa tanpa beban, namun justru mereka harus belajar tentang ketahanan, kesabaran, dan harapan.

Di balik tubuh kecil mereka, tersimpan kekuatan yang sering kali membuat banyak orang dewasa belajar arti keteguhan.

Menghadirkan Ruang Bahagia di Tengah Proses Pengobatan

Hari itu, ruangan yang biasanya dipenuhi suasana tenang berubah menjadi lebih hidup. Tangan-tangan kecil mulai berkumpul, wajah-wajah mungil menatap penuh rasa penasaran. Para relawan memulai kegiatan dengan sesi mendongeng, menghadirkan cerita-cerita sederhana yang membawa imajinasi anak-anak melayang jauh dari ruang perawatan dan obat-obatan.

Tawa kecil mereka sesekali pecah di tengah cerita. Ada yang tersenyum malu-malu, ada yang ikut menebak jalan cerita, dan ada pula yang hanya duduk diam sambil mendengarkan dengan mata berbinar.

Momen-momen sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari hal besar. Bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan, satu jam yang dipenuhi cerita, tawa, dan perhatian bisa menjadi hadiah yang sangat berarti. Sejenak, mereka kembali menjadi anak-anak yang bebas tertawa.

Pohon Harapan: Tempat Mimpi-Mimpi Kecil Dititipkan

Salah satu kegiatan yang paling menyentuh dalam program ini adalah membuat Pohon Harapan. Para relawan menyiapkan kertas-kertas kecil yang kemudian dibagikan kepada anak-anak. Di atas kertas itu, mereka menuliskan doa dan harapan yang tersimpan di hati mereka.

Ada yang menulis ingin segera sembuh.
Ada yang berharap bisa kembali bermain dengan teman-temannya.
Ada pula yang hanya menuliskan satu kalimat sederhana, ingin pulang ke rumah dengan sehat.

Kertas-kertas harapan itu kemudian ditempelkan bersama pada sebuah pohon yang menjadi simbol bahwa setiap harapan, sekecil apa pun, layak untuk dijaga dan diperjuangkan.

Melihat pohon itu perlahan dipenuhi doa-doa kecil menghadirkan perasaan haru yang sulit dijelaskan. Di balik tulisan-tulisan sederhana tersebut, ada keberanian besar dari anak-anak yang tidak pernah menyerah pada keadaan.

Peluk Hangat Ramadan untuk Anak-Anak Hebat

Ramadan selalu identik dengan kebersamaan. Namun bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pengobatan, banyak momen ramadan yang harus dilewati di tempat perawatan, jauh dari rutinitas yang biasa mereka nikmati.

Karena itu, kehadiran para relawan dalam program ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosial. Kehadiran mereka adalah bentuk peluk hangat ramadan yang menyampaikan satu pesan penting bahwa anak-anak ini tidak sedang berjuang sendirian.

Ada banyak orang yang peduli.
Ada banyak doa yang mengalir untuk mereka.

Melalui interaksi sederhana, permainan ringan, dan percakapan hangat, hubungan kecil mulai terbangun antara para volunteer dan anak-anak. Sebuah hubungan yang mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi meninggalkan kesan yang sangat dalam.

Bingkisan dan Vitamin sebagai Bentuk Dukungan Nyata

Sebagai bagian dari program Glow Up ramadan Little Fingers Edition, para relawan juga memberikan bingkisan dan vitamin khusus bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

Bingkisan tersebut bukan hanya sekadar hadiah. Di dalamnya terdapat pesan dukungan dan harapan agar mereka tetap kuat menjalani proses penyembuhan. Vitamin yang diberikan menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan mereka, sekaligus simbol bahwa banyak orang yang mendoakan kesembuhan mereka.

Bagi anak-anak ini, menerima bingkisan kecil sering kali menghadirkan kebahagiaan yang begitu tulus. Senyum mereka saat membuka paket sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun bisa membawa dampak yang besar.

Kebaikan Kecil yang Membawa Dampak Besar

Program Glow Up ramadan: Little Fingers Edition menunjukkan bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Kadang-kadang, kebaikan hadir dalam bentuk waktu yang diluangkan untuk mendengarkan cerita anak-anak. Hadir dalam bentuk tawa yang dibagikan bersama. Hadir dalam bentuk perhatian sederhana yang membuat seseorang merasa dihargai.

Bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit, kehadiran orang-orang yang peduli bisa menjadi sumber kekuatan baru. Mereka merasa dilihat, didengar, dan didukung dalam perjalanan yang tidak mudah.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk memperluas kebaikan. Klik disini untuk mendukung program kebaikan ini, agar semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan bahwa dunia masih penuh dengan orang-orang baik yang siap menguatkan mereka.

Karena terkadang, harapan bisa tumbuh dari hal-hal yang paling sederhana, sebuah cerita, sebuah senyuman, atau selembar kertas kecil yang digantung di pohon harapan.

Yordania, Oktober 2025 – Di tengah camp pengungsian yang berjejer di Khan Yunis, tersimpan kisah tentang kehilangan dan keteguhan hati. Namanya Nisrin, seorang gadis kecil asal Gaza, kini berusia 13 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMP. Ia adalah anak pertama dari lima bersaudara yang hidup dalam camp pengungsian setelah Israel menghancurkan tanah kelahirannya.

Ayah Nisrin dulunya seorang terpandang di Gaza. Hektaran tanah menjadi sumber kebanggaan keluarganya. Namun, genosida di Palestina merenggut segalanya. Rumah, kehormatan, dan kebahagiaan sederhana yang dulu mereka miliki. Beratnya kehilangan membuat sang ayah terpuruk dalam depresi.

Dari Gaza ke Yordania: Perjalanan yang Penuh Luka dan Doa

Setahun lamanya, keluarga Nisrin bertahan di pengungsian Khan Yunis. Di camp kecil itu, mereka tetap berusaha tersenyum. Doa menjadi satu-satunya kekuatan yang tersisa, terucap lirih dari bibir mungil Nisrin yang belum lepas dari trauma.

Kini, mereka berhasil diungsikan ke Yordania, tempat yang relatif lebih aman. Ayah Nisrin mulai membaik setelah menjalani terapi, meski luka di hatinya belum sepenuhnya sembuh. Namun ada satu hal yang membuat mereka tegar. keyakinan bahwa, di manapun kami berada, selalu ada Allah yang membantu, salah satunya melalui tangan orang-orang Indonesia yang selalu mereka temui di Khan Yunis maupun di Yordania.

Nabilah Eks JKT48 Turun Langsung Bersama Relawan Nusantara

Kehadiran Nabilah Ayu, mantan anggota JKT48, bersama tim Relawan Nusantara, menjadi momen yang tak terlupakan bagi Nisrin dan keluarganya. Di camp pengungsian sederhana itu, mereka disambut dengan senyum bahagia. Senyum yang justru menampar hati siapa pun yang menyaksikannya.

Nabilah, yang kini aktif dalam kegiatan kemanusiaan, tak kuasa menahan air mata. Begitupun Ustaz Erick Yusuf, Wakil Ketua LSBPI MUI Pusat yang turut mendampingi, juga menitikkan air mata bersama istrinya. Bagi mereka, keluarga Nisrin merupakani pengingat bahwa iman dan harapan tidak pernah bisa diruntuhkan oleh apapun.

Harapan yang Tak Pernah Padam di Tengah Luka Palestina

Senyum Nisrin adalah simbol bahwa harapan tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya bersembunyi, menunggu ditemukan, bahkan di tengah reruntuhan, kehilangan, dan heningnya luka.

Relawan Nusantara bersama Nabilah JKT48 membuktikan bahwa kepedulian Indonesia masih terus hidup. Bahwa di tengah konflik Palestina yang belum usai, tangan-tangan dari negeri jauh ini tetap hadir membawa kasih, doa, dan secercah harapan untuk masa depan yang lebih damai.

Klik disini untuk ikut berkontribusi membantu anak-anak Gaza. Karena satu suapan kasih sayang dari tangan yang memberi, mengalir doa agar dunia tak lagi diam melihat penderitaan Gaza.