Relawan Nusantara Bagikan PMT dan Dampingi Anak-Anak Belajar di Taman Baca Umi Ternate

Sep 30, 2025 | Berita, Blog, Pangan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Ternate, 31 Agustus 2025 – Senyum ceria anak-anak di Taman Baca Umi, Kelurahan Sasa, menjadi hadiah terindah bagi para relawan sore itu. Relawan Nusantara hadir dengan membawa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sekaligus mendampingi anak-anak belajar Bahasa Arab dengan suasana yang hangat dan penuh keceriaan.

Puluhan anak menerima PMT yang dibagikan secara langsung oleh Relawan Nusantara. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga asupan gizi anak-anak agar tetap sehat dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar. Kehadiran PMT di tengah-tengah kegiatan literasi memberikan tambahan energi sekaligus menambah kebahagiaan anak-anak.

Belajar Bahasa Arab dengan Cara Menyenangkan

Selain PMT, anak-anak juga mendapat kesempatan belajar Bahasa Arab yang dibawakan oleh Nurasyirah atau akrab disapa Kak Asih. Tema kali ini adalah kosakata tentang benda-benda di kelas seperti kitab (buku), qalam (pena), maktab (meja), dan sabburah (papan tulis).

Metode interaktif membuat anak-anak mudah mengenali dan mengingat kosakata baru. Suasana semakin seru ketika mereka diajak kuis dan tanya jawab, yang ditutup dengan pemberian hadiah kecil dari Relawan Nusantara dan pengelola Taman Baca Umi.

Dukungan dari Pengelola dan Relawan

Kegiatan ini berlangsung dengan dukungan 2 pengelola Taman Baca Umi dan 3 Relawan Nusantara. Sinergi ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menyehatkan, karena anak-anak tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga gizi yang mendukung tumbuh kembang mereka.

PMT yang dibagikan mungkin terlihat sederhana, namun bagi Relawan Nusantara, itu adalah langkah nyata untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan memiliki masa depan cerah. Pendidikan yang ditopang gizi baik diyakini akan menumbuhkan generasi yang lebih kuat, cerdas, dan berdaya.

Klik di sini untuk menebar kebaikan bersama Relawan Nusantara. Karena setiap tangan yang memberi, sejatinya sedang menanam cahaya bagi masa depan negeri.