Relawan Nusantara Salurkan Qur’an dan Iqra Baru di Dukupuntang, Cirebon

Nov 19, 2025 | Berita, Blog, Masjid

Kamis, 5 Maret 2026 menjadi hari yang berbeda bagi para santri yatim dan dhuafa di masjid Fathul Khoir kawasan Cibiru, Kota Bandung. Ketika kegiatan Sedekah Buka Puasa diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan di bulan yang penuh keberkahan ini.

Program ini menyalurkan hidangan berbuka puasa kepada 200 santri yatim dan dhuafa yang selama ini belajar dan beraktivitas di lingkungan masjid. Lebih dari sekadar makanan untuk berbuka, kegiatan ini menghadirkan kehangatan kebersamaan yang sering kali menjadi hal sederhana namun sangat berarti bagi mereka.

Ramadhan yang Menghadirkan Kepedulian

Menjelang sore, para relawan mulai menyiapkan hidangan berbuka puasa yang akan dibagikan kepada para santri. Dengan penuh semangat, mereka memastikan setiap paket makanan tersusun rapi dan siap didistribusikan. Sebanyak empat orang relawan bersama pengurus DKM Masjid Fathul Khoir bekerja sama menyiapkan dan membagikan hidangan tersebut.

Ketika waktu berbuka semakin dekat, para santri mulai berkumpul di aula masjid. Beberapa terlihat saling bercanda, sementara yang lain duduk dengan tenang menunggu adzan Maghrib berkumandang. Suasana sederhana itu menghadirkan kehangatan tersendiri, seolah mengingatkan bahwa Ramadhan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merasakan kebersamaan.

Hidangan yang disajikan kemudian dibagikan secara langsung kepada para santri. Setelah semuanya menerima bagian masing-masing, mereka berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Kebahagiaan Sederhana yang Membawa Dampak Besar

Momen duduk bersama, menyantap hidangan yang sama, dan berbagi cerita menjadi pengalaman yang memperkuat rasa kebersamaan di antara mereka. Kegiatan sederhana ini juga memberikan pesan kuat bahwa masih banyak orang yang peduli dan ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka.

Di balik setiap paket hidangan berbuka, terdapat kepedulian dari sahabat yang memilih untuk berbagi rezekinya. Setiap makanan yang sampai ke tangan para santri adalah bukti nyata bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan.

Apresiasi dari Pengurus Masjid

Pihak DKM Masjid Fathul Khoir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial ini. Mereka menilai bahwa program sedekah buka puasa seperti ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan berbuka para santri, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat, relawan, dan para penerima manfaat.

Kehadiran relawan dan dukungan sahabat menjadi bentuk nyata solidaritas sosial yang sangat dibutuhkan, terutama di bulan Ramadhan yang identik dengan semangat berbagi.

Para relawan juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti pada satu momentum saja. Mereka berharap semangat berbagi ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak santri yatim dan dhuafa yang merasakan manfaat dari kebaikan yang disalurkan.

Sedekah yang Menghadirkan Keberkahan Ramadhan

Ramadhan selalu menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kebaikan. Sedekah buka puasa tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi ladang amal bagi siapa pun yang terlibat di dalamnya.

Melalui kegiatan seperti ini, setiap orang memiliki kesempatan untuk ikut menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang mungkin jarang merasakan perhatian. Sebab terkadang, satu hidangan berbuka bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghangatkan hati.

Klik disini untuk menghadirkan kebahagiaan serupa di wilayah lainnya. Di Masjid Fathul Khoir Cibiru, Ramadhan tahun ini kembali mengajarkan satu hal sederhana:, bahwa kebaikan yang dibagikan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk memberi makna bagi banyak orang.

“Jazaakallaahu khairan… bantuan Al-Qur’an ini sangat bermanfaat bagi para santri dan warga. Semoga para donatur dan Relawan Nusantara diberikan keberkahan,” ujar Bapak Didin, Pengurus Mushola Darussalam

Kalimat sederhana itu diucapkan dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Sebuah ungkapan syukur dari seorang pengurus mushola kecil yang selama ini menjaga kegiatan mengaji anak-anak di lingkungannya dengan segala keterbatasan. Testimoni itu hadir bukan karena sebuah acara besar atau peresmian megah, tetapi dari momen hangat yang terjadi di sebuah mushola swadaya masyarakat di Kelurahan Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Mushola Darussalam kondisinya tidak besar, hanya bangunan sederhana yang menjadi tempat anak-anak mengeja huruf demi huruf Qur’an setelah pulang sekolah. Namun kesederhanaannya menyimpan cerita panjang tentang perjuangan masyarakat setempat. Tanpa dana dari pemerintah, mushola ini berdiri dan bertahan dari swadaya warga. Semua fasilitas, dari sajadah hingga buku mengaji, dibeli dari uang iuran kecil yang dikumpulkan bersama.

Keterbatasan itu pelan-pelan terlihat dari perlengkapan mengaji mereka. Al-Qur’an dengan jilid terlepas, halaman yang menguning, huruf yang mulai pudar, dan Iqra yang robek di beberapa bagian. Anak-anak harus menunggu giliran, berbagi satu kitab untuk dua hingga tiga orang. Momen belajar yang seharusnya nyaman sering terganggu hanya karena mereka harus saling menunggu bukunya bebas dipakai.

Di tengah kondisi tersebut, Relawan Nusantara hadir membawa Qur’an dan Iqra baru dengan niat untuk menguatkan kembali semangat mengaji para santri kecil yang bercita-cita bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar.

Mushaf Baru, Semangat Baru, Cahaya Baru

Ketika mushaf baru itu dibagikan, tangan-tangan kecil itu meraihnya dengan hati-hati, seakan memegang sesuatu yang sangat berharga. Ada yang langsung tersenyum, ada yang membolak-balik halaman sambil mengeja pelan, dan ada yang memeluk Qur’annya. Pemandangan itu menyampaikan pesan bahwa ternyata sedekah yang datang tepat waktu mampu mengubah suasana sebuah tempat kecil menjadi ruang penuh harapan.

Relawan Nusantara menyadari bahwa bantuan seperti ini bukan hanya soal mengganti buku lama dengan buku baru. Ini adalah upaya menjaga keberlangsungan pendidikan iman di sebuah lingkungan yang mengandalkan gotong royong. Setiap mushaf yang diterima anak-anak itu adalah simbol perhatian, bahwa ada orang-orang baik di luar sana yang peduli pada masa depan mereka.

Dan bagi sahabat yang telah menitipkan rezekinya, inilah bentuk paling nyata dari sedekah yang hidup. Ia kembali dalam bentuk senyum dan semangat baru dalam hafalan-hafalan kecil yang mulai tumbuh dari lisan polos para santri.

Di Mushola Darussalam, Qur’an yang baru bukan hanya bacaan. Ia adalah cahaya kecil yang menerangi perjalanan mereka. Klik disini untuk terus menjaga agar cahaya itu tetap menyala, dengan kebaikan yang terus mengalir, dari hati-hati sahaba kebaikan yang ingin berbagi.