Relawan Nusantara Siap Berlayar Menembus Blokade Gaza, Disambut Hangat Dubes RI di Tunisia

Sep 2, 2025 | Berita, Blog, Palestina

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Tunis, 2 September 2025 – Setelah resmi dilepas di Jakarta pada Jumat (29/8), delegasi Relawan Nusantara yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) kini telah tiba di Tunisia. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis dan menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara.

Persahabatan Indonesia - Tunisia dalam Misi Kemanusiaan

Tunisia dan Indonesia memiliki ikatan persaudaraan sejak masa Presiden Soekarno. Nama Soekarno masih dikenal luas di Tunisia, dan semangat itu kembali terasa ketika KBRI menyambut para delegasi IGPC dengan penuh kehangatan. “Sekali hidup, hiduplah yang berarti,” demikian pesan inspiratif yang disampaikan KBRI Tunisia.

Sebagai bentuk dukungan, KBRI akan mengadakan doa bersama untuk Palestina serta jamuan khusus bagi seluruh tim IGPC. KBRI juga menegaskan pentingnya Pancasila sebagai fondasi persatuan bangsa Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan dan keadilan.

Apresiasi Dubes RI dan Jaminan Pendampingan

Pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, berlangsung pada Senin siang. Dalam kesempatan itu, Zuhairi menyampaikan dukungan penuh serta memastikan KBRI siap memberikan pendampingan dan bantuan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelayaran.

“Kami akan memberikan pendampingan pelayanan terbaik karena tujuannya sangat mulia. Saya setelah ini akan menyampaikan kepada kementerian luar negeri dan kepada teman-teman para duta besar di negara yang akan kami lalui bahwa pada tanggal 4, Global Peace Convoy Indonesia sudah berangkat dari Tunisia menuju Gaza. Kita harus memberikan perhatian penuh dan dukungan penuh,” ujar Zuhairi.

Relawan Nusantara: Membawa Pesan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bantuan

Relawan Nusantara menjadi bagian dari hampir 50 delegasi kemanusiaan asal Indonesia yang akan berlayar menembus blokade Gaza bersama ribuan aktivis dari 44 negara. Indonesia mengirimkan 5 kapal dari total 72 kapal yang akan berlayar dalam International Global Summit Flotilla pada 4 September mendatang.

Selama tiga hari menjelang keberangkatan, para relawan mengikuti pelatihan pengamanan dan keselamatan pelayaran. 

Solidaritas dari Berbagai Kalangan

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan NGO, tim medis, jurnalis, serta publik figur seperti Wanda Hamidah, Ciki Fauzi, dan Rizky Fauzi. Namun, di balik sorotan publik figur, ada para relawan muda Indonesia yang meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan kenyamanan pribadi demi sebuah amanah kemanusiaan.

“Ini bukan tentang siapa kami, tapi tentang siapa yang kami bela,” ungkap Sugeng Jaya Saputra, perwakilan dari Relawan Nusantara. “Doa rakyat Indonesia akan menjadi bahan bakar terkuat kami di laut nanti.”

Harapan untuk Menembus Blokade Gaza

Misi pelayaran ini diharapkan dapat menembus blokade yang selama ini membelenggu Gaza, menghentikan genosida, dan membuka jalur kemanusiaan bagi warga sipil. Dengan semangat solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan universal, Relawan Nusantara bersama IGPC bertekad menjadi bagian dari sejarah perjuangan kemanusiaan dunia.

Klik di sini untuk ikut melayarkan dukungan. Inilah saatnya untuk meluaskan manfaat dan solidaritas. Karena sekecil apa pun kepedulian dari kita, adalah kekuatan yang mendorong kapal ini bisa sampai ke Gaza.