Menjelang Idul Adha 2026, banyak umat muslim mulai mencari tahu tentang aturan ibadah kurban, termasuk pertanyaan yang paling sering muncul setiap tahun, “sejak kapan tidak boleh potong kuku kurban 2026?”
Pertanyaan ini selalu ramai dicari karena masih banyak masyarakat yang bingung kapan larangan tersebut dimulai, siapa saja yang berlaku, dan apakah kurban tetap sah jika terlanjur memotong kuku.
Padahal, memahami sunnah ini bukan hanya soal kuku atau rambut semata, tetapi tentang bagaimana seorang muslim mempersiapkan diri menyambut ibadah kurban dengan penuh ketaatan dan penghambaan kepada Allah. Berikut penjelasan lengkapnya.
Sejak Kapan Tidak Boleh Potong Kuku Kurban 2026?
Larangan memotong kuku bagi orang yang hendak berkurban dimulai sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H, yaitu saat bulan Dzulhijjah telah ditetapkan.
Untuk tahun 2026, perkiraan awal Dzulhijjah jatuh pada sekitar 18-19 Mei 2026, tergantung hasil sidang isbat pemerintah Indonesia. Artinya, jika sahabat berniat melaksanakan kurban pada Idul Adha 2026, maka dianjurkan untuk:
- tidak memotong kuku,
- tidak mencukur rambut,
- dan tidak mencabut bulu,
mulai sejak malam 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih.
Dalil Larangan Potong Kuku Sebelum Kurban
Anjuran ini berasal dari hadis Rasulullah ﷺ:
“Apabila kalian telah melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari memotong rambut dan kukunya hingga ia selesai berkurban.”
(HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar mengapa umat Islam dianjurkan menjaga kuku dan rambutnya selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Kenapa Orang yang Berkurban Tidak Boleh Potong Kuku?
Banyak ulama menjelaskan bahwa sunnah ini memiliki hikmah mendalam. Bukan sekadar aturan biasa, tetapi bentuk kesiapan spiritual dalam menyambut ibadah kurban.
Sebagaimana jamaah haji menjaga beberapa larangan saat ihram, orang yang berkurban juga dianjurkan menjaga kuku dan rambutnya sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
Di balik hal sederhana ini, terdapat makna:
- latihan ketaatan,
- menahan diri,
- meningkatkan kesadaran ibadah,
- dan menghidupkan semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS.
Apakah Haram Potong Kuku Sebelum Kurban?
Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai hukumnya. Sebagian ulama mengatakan hukumnya haram karena terdapat larangan langsung dalam hadis. Namun sebagian lainnya berpendapat hukumnya sunnah atau makruh untuk dilakukan.
Meski demikian, mayoritas ulama sepakat bahwa meninggalkan potong kuku dan rambut bagi shohibul kurban merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Karena itu, banyak muslim berusaha menjaganya sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Jika Terlanjur Potong Kuku Sebelum Kurban Apakah Kurban Sah?
Ini juga menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari menjelang Idul Adha. Jawabannya, kurban tetap sah. Jika seseorang lupa, belum tahu hukumnya, atau tidak sengaja memotong kuku sebelum penyembelihan, maka:
- tidak membatalkan kurban,
- tidak perlu mengganti hewan kurban,
- dan tetap boleh melanjutkan ibadah kurbannya.
Namun jika sudah mengetahui sunnah tersebut, dianjurkan untuk lebih berhati-hati sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban.
Kapan Boleh Potong Kuku Lagi Setelah Kurban?
Orang yang berkurban diperbolehkan memotong kuku kembali setelah hewan kurbannya selesai disembelih. Jika penyembelihan dilakukan pada hari Idul Adha, maka setelah itu kuku dan rambut sudah boleh dipotong seperti biasa. Namun jika penyembelihan dilakukan pada hari tasyrik, maka larangan tersebut berlaku sampai proses penyembelihan selesai.
Sunnah Menjelang Idul Adha Selain Tidak Potong Kuku
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari terbaik dalam Islam. Karena itu, selain menjaga kuku dan rambut, umat muslim juga dianjurkan memperbanyak amalan seperti:
- puasa Dzulhijjah,
- puasa Arafah,
- memperbanyak takbir,
- membaca Al-Qur’an,
- sedekah,
- dan memperbanyak doa.
Hari-hari ini menjadi momen terbaik untuk memperbaiki diri sekaligus menumbuhkan kepedulian kepada sesama.
Idul Adha Bukan Hanya Tentang Menyembelih Hewan
Di banyak daerah pelosok, Idul Adha menjadi satu-satunya momen dalam setahun ketika sebagian keluarga bisa menikmati daging bersama orang tercinta. Karena itu, ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk cinta, kepedulian, dan pengorbanan yang dampaknya dirasakan begitu luas.
Satu hewan kurban mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, tetapi bisa menghadirkan kebahagiaan besar bagi mereka yang jarang merasakan kecukupan. Dan semuanya bermula dari niat kecil untuk taat kepada Allah, bahkan dalam hal sederhana seperti menjaga kuku dan rambut menjelang kurban.

