Sejarah Hari Zakat Nasional (HZN) yang Diperingati Setiap 27 Ramadhan

Mar 27, 2025 | Sosial

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Setiap tanggal 27 Ramadhan, Indonesia memperingati Hari Zakat Nasional (HZN) sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya zakat dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat. Hari Zakat Nasional ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2014 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Januari 2014.

Latar Belakang Penetapan Hari Zakat Nasional

Penetapan Hari Zakat Nasional tidak lepas dari peran zakat dalam memberdayakan masyarakat dan megurangi kemiskinan. Beberapa faktor yang melatarbelakangi HZN antara lain:

1. Pengakuan terhadap Peran Zakat

  • Zakat merupakan kewajiban bagi umat Muslin yang memiliki peran strategis dalam ekonomi Islam.
  • Dana zakat dapat digunakan untuk membantu fakir miskin, mendukung pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

2. Disahkannya Undang-Undang Pengelolaan Zakat

  • Pada 27 Ramadhan 1422 H (tahun 2001), pemerintah Indonesia secara resmi mengesahkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.
  • Undang-undang ini menjadi tonggak penting dalam sistem pengelolaan zakat yang lebih terstruktur dan profesional.

3. Penguatan Lembaga Pengelola Zakat

  • Dengan adanya Hari Zakat Nasional, lembaga-lembaga zakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) diharapkan semakin aktif dalam mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran zakat.

Makna Peringatan Hari Zakat Nasional

Hari Zakat Nasional bukan sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran umat Islam dalam menunaikan zakat. Beberapa tujuan utama dari peringatan ini antara lain:

- Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Mendorong umat Islam untuk semakin taat dalam menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal.

- Menjadikan Zakat sebagai Pilar Ekonomi Islam

Zakat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah individu, tetapi juga sebagai alat untuk membangun kesejahteraan umat.

- Optimalisasi Pengelolaan Zakat

Dengan adanya sistem pengelolaan zakat yang lebih baik, zakat dapat didistribusikan dengan lebih efektif kepada golongan yang berhak menerimanya.

Hari Zakat Nasional yang diperingati setiap 27 Ramadhan adalah bentuk pengakuan negara terhadap peran strategis zakat dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat Islam. Dengan pengelolaan zakat yang baik, zakat dapat menjadi instrumen yang kuat dalam mengentaskan kemiskinan dan menciptakan keadilan sosial di Indonesia. Oleh karena itu, peringatan HZN harus menjadi momentum bagi seluruh umat Islam untuk semakin sadar akan pentingnya zakat dan mengoptimalkan manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.