Sekolah Boleh Rusak, Tapi Harapan Anak-Anak Tidak Boleh Berhenti: Relawan Nusantara Bangun Sekolah Darurat di 12 Titik

Sep 18, 2026 | Bencana, Berita, Blog, Sosial

Lagi-lagi gempa merusak sekolah. Namun, semangat belajar anak-anak tidak ikut runtuh.

Di SDK Nagesepadhi, Kabupaten Nagekeo, sebanyak 170 siswa harus menghadapi kenyataan bahwa ruang belajar mereka tidak lagi dapat digunakan seperti biasa setelah terdampak gempa.

Di tengah kondisi tersebut, Relawan Nusantara hadir membangun 6 ruang kelas dan 1 ruang guru darurat. Ruang belajar sementara ini menjadi tempat bagi para siswa dan guru untuk kembali menjalankan kegiatan pendidikan sembari menunggu proses pemulihan sekolah.

Bagi anak-anak, kehadiran ruang belajar ini berarti mereka tidak perlu berhenti sekolah hanya karena bangunan yang selama ini menjadi tempat belajar belum dapat digunakan.

“Pendidikan anak-anak tidak boleh berhenti hanya karena kondisi bangunan sekolah yang belum bisa digunakan,” ujar Naufal Fajrul, Relawan Nusantara yang bertugas di lapangan.

Menjaga Rutinitas Anak Setelah Bencana

Tim Relawan Nusantara mendampingi anak-anak belajar di sekolah darurat SDI Lengkosambi NTT.

Bencana membawa perubahan besar dalam keseharian anak-anak. Tempat tinggal, lingkungan sekitar, hingga sekolah yang sebelumnya menjadi bagian dari rutinitas mereka dapat berubah dalam waktu singkat.

Karena itu, mengembalikan kegiatan belajar menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemulihan.

Di ruang kelas sementara SDK Nagesepadhi, anak-anak dapat kembali berkumpul bersama teman dan guru. Mereka kembali membuka buku dan mengikuti pelajaran dalam suasana yang perlahan mulai dibangun kembali.

Kepala Sekolah SDK Nagesepadhi, Margareta M.A. Bei Lali, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas hadirnya ruang belajar sementara tersebut.

Bagi sekolah, fasilitas ini menjadi dukungan berarti untuk menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan di tengah keterbatasan pascabencana.

12 Titik Sekolah Darurat di NTT

Kondisi luar lokasi sekolah darurat SDI Lengkosambi dengan tenda terpal biru di area terdampak bencana.

SDK Nagesepadhi merupakan salah satu titik yang mendapat dukungan pendidikan dari Relawan Nusantara dalam respons bencana di Nusa Tenggara Timur.

Secara keseluruhan, Relawan Nusantara telah membangun sekolah darurat di 12 titik dengan total 51 ruang kelas di wilayah terdampak.

Setiap lokasi memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, pembangunan ruang belajar dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, dengan melibatkan masyarakat dan pihak sekolah agar fasilitas yang tersedia dapat segera digunakan.

Bagi ratusan anak yang terdampak, ruang-ruang tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mengembalikan kesempatan belajar di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.

Pemulihan Tidak Hanya Tentang Bangunan

Relawan Nusantara dan orang tua murid mendirikan dinding seng sekolah darurat NTT di SDI Waemburung serta suasana kegiatan belajar murid.

Sekolah darurat mungkin tidak dibangun dari dinding permanen dan fasilitas yang lengkap. Namun, dari ruang-ruang sederhana itulah anak-anak kembali menatap papan tulis, membuka buku, dan belajar bersama teman-temannya. Mungkin hari ini mereka belajar di ruang yang berbeda. Mungkin bangunan sekolah mereka belum bisa kembali seperti semula.

Tetapi satu hal yang tidak boleh berubah: kesempatan mereka untuk belajar dan bermimpi tentang masa depan. Karena pemulihan bukan hanya tentang memperbaiki bangunan yang rusak. Pemulihan juga berarti memastikan kehidupan tetap berjalan, anak-anak tetap mendapatkan pendidikan, dan harapan tetap memiliki tempat untuk tumbuh.

Ruang belajar boleh sementara, tapi semangat mereka harus tetap menyala. Mari bersama Luaskan Manfaat untuk anak-anak dan masyarakat yang masih berjuang bangkit dari bencana di Nusa Tenggara Timur