Siapa yang Berhak Menerima Zakat?

Mar 21, 2025 | Artikel, Blog, Ramadhan, Zakat

Ramadan selalu menghadirkan banyak cara untuk berbagi. Melalui program Glow Up Ramadan Little Fingers Edition, para relawan hadir membawa lebih dari sekadar kegiatan, ada kehangatan Ramadan yang dihadirkan untuk anak-anak yang saat ini sedang berjuang melawan penyakitnya masing-masing. Anak-anak hebat yang di usia mereka seharusnya masih dipenuhi oleh permainan dan tawa tanpa beban, namun justru mereka harus belajar tentang ketahanan, kesabaran, dan harapan.

Di balik tubuh kecil mereka, tersimpan kekuatan yang sering kali membuat banyak orang dewasa belajar arti keteguhan.

Menghadirkan Ruang Bahagia di Tengah Proses Pengobatan

Hari itu, ruangan yang biasanya dipenuhi suasana tenang berubah menjadi lebih hidup. Tangan-tangan kecil mulai berkumpul, wajah-wajah mungil menatap penuh rasa penasaran. Para relawan memulai kegiatan dengan sesi mendongeng, menghadirkan cerita-cerita sederhana yang membawa imajinasi anak-anak melayang jauh dari ruang perawatan dan obat-obatan.

Tawa kecil mereka sesekali pecah di tengah cerita. Ada yang tersenyum malu-malu, ada yang ikut menebak jalan cerita, dan ada pula yang hanya duduk diam sambil mendengarkan dengan mata berbinar.

Momen-momen sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari hal besar. Bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan, satu jam yang dipenuhi cerita, tawa, dan perhatian bisa menjadi hadiah yang sangat berarti. Sejenak, mereka kembali menjadi anak-anak yang bebas tertawa.

Pohon Harapan: Tempat Mimpi-Mimpi Kecil Dititipkan

Salah satu kegiatan yang paling menyentuh dalam program ini adalah membuat Pohon Harapan. Para relawan menyiapkan kertas-kertas kecil yang kemudian dibagikan kepada anak-anak. Di atas kertas itu, mereka menuliskan doa dan harapan yang tersimpan di hati mereka.

Ada yang menulis ingin segera sembuh.
Ada yang berharap bisa kembali bermain dengan teman-temannya.
Ada pula yang hanya menuliskan satu kalimat sederhana, ingin pulang ke rumah dengan sehat.

Kertas-kertas harapan itu kemudian ditempelkan bersama pada sebuah pohon yang menjadi simbol bahwa setiap harapan, sekecil apa pun, layak untuk dijaga dan diperjuangkan.

Melihat pohon itu perlahan dipenuhi doa-doa kecil menghadirkan perasaan haru yang sulit dijelaskan. Di balik tulisan-tulisan sederhana tersebut, ada keberanian besar dari anak-anak yang tidak pernah menyerah pada keadaan.

Peluk Hangat Ramadan untuk Anak-Anak Hebat

Ramadan selalu identik dengan kebersamaan. Namun bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pengobatan, banyak momen ramadan yang harus dilewati di tempat perawatan, jauh dari rutinitas yang biasa mereka nikmati.

Karena itu, kehadiran para relawan dalam program ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosial. Kehadiran mereka adalah bentuk peluk hangat ramadan yang menyampaikan satu pesan penting bahwa anak-anak ini tidak sedang berjuang sendirian.

Ada banyak orang yang peduli.
Ada banyak doa yang mengalir untuk mereka.

Melalui interaksi sederhana, permainan ringan, dan percakapan hangat, hubungan kecil mulai terbangun antara para volunteer dan anak-anak. Sebuah hubungan yang mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi meninggalkan kesan yang sangat dalam.

Bingkisan dan Vitamin sebagai Bentuk Dukungan Nyata

Sebagai bagian dari program Glow Up ramadan Little Fingers Edition, para relawan juga memberikan bingkisan dan vitamin khusus bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

Bingkisan tersebut bukan hanya sekadar hadiah. Di dalamnya terdapat pesan dukungan dan harapan agar mereka tetap kuat menjalani proses penyembuhan. Vitamin yang diberikan menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan mereka, sekaligus simbol bahwa banyak orang yang mendoakan kesembuhan mereka.

Bagi anak-anak ini, menerima bingkisan kecil sering kali menghadirkan kebahagiaan yang begitu tulus. Senyum mereka saat membuka paket sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun bisa membawa dampak yang besar.

Kebaikan Kecil yang Membawa Dampak Besar

Program Glow Up ramadan: Little Fingers Edition menunjukkan bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Kadang-kadang, kebaikan hadir dalam bentuk waktu yang diluangkan untuk mendengarkan cerita anak-anak. Hadir dalam bentuk tawa yang dibagikan bersama. Hadir dalam bentuk perhatian sederhana yang membuat seseorang merasa dihargai.

Bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit, kehadiran orang-orang yang peduli bisa menjadi sumber kekuatan baru. Mereka merasa dilihat, didengar, dan didukung dalam perjalanan yang tidak mudah.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk memperluas kebaikan. Klik disini untuk mendukung program kebaikan ini, agar semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan bahwa dunia masih penuh dengan orang-orang baik yang siap menguatkan mereka.

Karena terkadang, harapan bisa tumbuh dari hal-hal yang paling sederhana, sebuah cerita, sebuah senyuman, atau selembar kertas kecil yang digantung di pohon harapan.

Zakat adalah salah satu kewajiban dalam Islam yang berfungsi sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Harta zakat yang dikumpulkan tidak bisa diberikan kepada sembarang orang, karena dalam Al-Qur’an, Allah telah menetapkan delapan golongan (ashnaf) yang berhak menerimanya. Hal ini disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 60:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) hamba sahaya, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS. At-Taubah: 60)

Delapan Golongan Penerima Zakat

1. Fakir

Orang yang sangat membutuhkan, tidak memiliki harta atau pekerjaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

2. Miskin

Orang yang memiliki penghasilan, tetapi tidak mencukupi kebutuhan pokoknya secara layak.

3. Amil Zakat

Orang-orang yang bertugas mengelola zakat, mulai dari mengumpulkan, mengelola, hingga menyalurkan kepada yang berhak.

4. Muallaf

Orang yang baru masuk Islam atau mereka yang imannya masih lemah dan membutuhkan dukungan agar semakin mantap dalam keislamannya.

5. Riqab (Hamba Sahaya)

Budak atau orang yang terbelenggu dalam perbudakan. Meskipin saat ini perbudakan sudah tidak ada, konsep ini bisa diperluas kepada mereka yang berjuang untuk kebebasan dari penindasan atau eksploitasi tertentu.

6. Gharimin (Orang yang Berutang)

Orang yang memiliki utang dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya atau untuk kepentingan sosial dan tidak mampu melunasinya.

7. Fi Sabilillah

Orang-orang yang berjuang di jalan Allah, seperti pendakwah, santri, atau lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan dukungan finansial.

8. Ibnu Sabil

Musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan jauh dan kehabisan bekal, sehingga membutuhkan bantuan untuk kembali ke tempat asalnya.

Siapa yang Tidak Berhak Menerima Zakat?

Ada beberapa orang yang tidak diperbolehkan menerima zakat, di antaranya:

  • Keluarga dekat pemberi zakat yang dalam tanggungannya, seperti orang tua, anak, atau istri.
  • Orang kaya atau mereka yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
  • Bani Hasyim dan keturunan Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam.

Luaskan Manfaat Zakat Bersama Relawan Nusantara

Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga jalan untuk menjadi perantara kebaikan bagi sesama. Dengan berzakat, kita bisa membantu mereka yang benar-benar membutuhkan agar bisa hidup lebih baik dan lebih layak.

Melalui Relawan Nusantara, zakat yang sahabat tunaikan akan disalurkan kepada merka yang berhak dengan transparansi dan tepat sasaran. Bersama, kita bisa meluaskan manfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Mari berzakat sekarang dan jadilah bagian dari perubahan!