Sinergi untuk Inklusi: Kolaborasi Pelindo dan Relawan Nusantara dalam Menghadirkan Pelatihan Barista Luar Biasa

Nov 24, 2025 | Berita, Blog, kemanusiaan, Kemitraan

Alhamdulillah, langkah nyata kembali diikhtiarkan. Pada 12 April, delegasi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) resmi memulai perjalanan kemanusiaan menuju Gaza. Dari Pelabuhan Moll de la Fusta, Barcelona, mereka berlayar bersama rombongan Global Sumud Flotilla (GSF), membawa satu pesan yang sama: kemanusiaan tidak boleh dibungkam oleh blokade.

Di tengah dunia yang kerap sibuk dengan kepentingannya sendiri, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik melintasi lautan. Ini adalah simbol keberanian, kepedulian, dan harapan, bahwa masih ada hati yang tergerak untuk berdiri bersama Palestina.

Perjalanan Laut: Menembus Batas Demi Kemanusiaan

Perjalanan yang dimulai dari Barcelona ini bukan tanpa risiko. Laut yang luas hanyalah satu tantangan kecil dibandingkan dengan realitas politik dan blokade yang selama ini membatasi akses bantuan ke Gaza. Namun, semangat para delegasi tidak surut.

Mereka membawa lebih dari sekadar bantuan. Mereka membawa suara jutaan orang yang selama ini hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Setiap mil yang ditempuh adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakpedulian global.

Jalur Darat: Ikhtiar Tanpa Henti dari Libya

Sementara itu, perjuangan tidak berhenti di laut. Delegasi Indonesia lainnya dijadwalkan melanjutkan misi melalui jalur darat (Land Convoy) yang akan dimulai pada 24 April dari Libya.

Perjalanan darat ini memiliki tantangan yang berbeda, mulai dari kondisi geopolitik hingga akses yang terbatas. Namun justru di situlah makna pengabdian menjadi nyata. Ketika jalan terasa sulit, di situlah komitmen diuji.

Mereka tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga pesan bahwa Gaza tidak sendiri. Ada dunia yang masih peduli, masih berjuang, dan masih berharap.

Jalur Diplomasi: Menggema di Panggung Internasional

Di sisi lain, upaya kemanusiaan ini juga diperkuat melalui jalur diplomasi. Pada 22 April mendatang, misi political impact akan dilaksanakan di Brussel, Belgia.

Langkah ini menjadi penting karena perubahan besar sering kali lahir dari tekanan global yang konsisten. Ketika suara kemanusiaan menggema di pusat-pusat kebijakan dunia, harapannya adalah lahir keputusan-keputusan yang lebih berpihak pada keadilan.

Ini bukan hanya tentang bantuan hari ini, tetapi tentang masa depan Gaza yang lebih manusiawi.

Satu Tujuan: Menembus Blokade, Menghidupkan Harapan

Meski dilakukan melalui jalur laut, darat, dan diplomasi, semua langkah ini bermuara pada satu tujuan yang sama, yaitu menembus blokade Gaza dan menyuarakan kemanusiaan untuk Palestina.

Blokade bukan hanya membatasi pergerakan barang, tetapi juga membatasi harapan. Dan di situlah misi ini menjadi sangat penting, mengembalikan harapan yang selama ini terkurung.

Ketika bantuan berhasil sampai, itu bukan sekadar logistik. Itu adalah pesan bahwa mereka dilihat, didengar, dan tidak dilupakan.

Mengapa Dukungan Kita Sangat Berarti

Misi ini bukan akhir, melainkan bagian dari perjuangan panjang. Delegasi yang berangkat adalah perpanjangan tangan dari kita semua. Mereka melangkah karena ada dukungan, doa, dan kontribusi dari banyak hati.

Namun kebutuhan di Gaza tidak berhenti hari ini. Setiap hari ada keluarga yang membutuhkan makanan, anak-anak yang membutuhkan perlindungan, dan masyarakat yang membutuhkan harapan.

Di sinilah peran kita menjadi penting. Dukungan, sekecil apa pun, memiliki dampak yang nyata. Karena bagi mereka, bantuan itu bukan angka, itu adalah kehidupan.

Saatnya Kita Ambil Bagian

Kita mungkin tidak berada di atas kapal yang berlayar dari Barcelona, atau di konvoi darat dari Libya, atau di forum internasional di Brussel. Namun kita tetap bisa menjadi bagian dari perjuangan ini.

Dengan doa, kita menguatkan langkah mereka. Dengan kepedulian, kita memperpanjang dampak misi ini. Dan dengan kontribusi nyata, kita membantu menghadirkan perubahan yang mereka perjuangkan. Klik disini untuk ikut memberikan dukungan. Sebab Gaza membutuhkan lebih dari sekadar perhatian. Gaza membutuhkan aksi. Dan hari ini, kita punya kesempatan untuk menjadi bagian dari harapan itu.

Rabu, 12 November 2025 menjadi hari yang hangat dan penuh harapan di Rumah Qur’an Disabilitas (RQD) Cilincing, Jakarta Utara. Di tempat sederhana yang sehari-hari menjadi ruang belajar dan bertumbuh bagi para penyandang disabilitas, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok berkolaborasi dengan Relawan Nusantara melalui Program Sahabat Inspiratif Pelindo 2025, mengawali sesuatu yang jauh lebih besar dari sekedar pelatihan. Ini merupakan sebuah ikhtiar untuk membuka pintu kemandirian bagi sahabat disabilitas.

Program “Pelatihan Barista Luar Biasa” resmi dimulai sebagai implementasi dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo. Tidak hanya menghadirkan keterampilan, program ini membawa pesan bahwa setiap individu berhak mendapatkan ruang untuk bermimpi, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat. Di balik setiap langkah kecil yang ditempuh, terdapat harapan besar agar para peserta kelak mampu membangun usaha mandiri, menyalurkan kreativitas, dan menunjukkan bahwa kemampuan bukan ditentukan oleh kondisi keterbatasan, melainkan oleh kesempatan yang diberikan.

Kegiatan pembukaan siang itu menghadirkan para tokoh dan mitra yang selama ini konsisten mendukung pemberdayaan kelompok rentan. Turut hadir Sekretaris Kecamatan Cilincing, Deni Apriadi, Eksekutif General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Tri Saputra, serta CEO Relawan Nusantara, Herlan Wilandari. Di antara mereka, hadir 10 peserta Daksa dan Grahita dengan wajah-wajah yang tampak antusias.

Dalam sambutannya, Yandri Tri Saputra menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap kolaborasi ini.
“Kami dari Regional 2 Tanjung Priok, terutama tim TJSL mengucapkan terima kasih buat teman-teman dari Relawan Nusantara, karena bisa berkolaborasi bagi kami untuk menyiapkan teman-teman dari penyandang difabel untuk dapat hidup dengan melakukan pelatihan barista kopi yang luar biasa,” ujarnya. 

Belajar, Bertumbuh, Berdaya: Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas

Suasana semakin menyentuh ketika salah satu perwakilan peserta menyampaikan pendapatnya,
“Banyak sekali penyandang disabilitas yang mencari pekerjaan susah, kita semua sangat beruntung mendapatkan pelatihan dari Relawan Nusantara beserta PELINDO.”

Kalimat sederhana itu mengingatkan bahwa bagi sebagian orang, kesempatan merupakan sebuah kemewahan yang jarang dan tidak selalu bisa di dapatkan dua kali.

Program pendampingan barista ini bukan hanya melatih teknik meracik kopi. Namun juga proses untuk membangun kepercayaan diri, kesadaran akan potensi diri, serta pemahaman bahwa mereka juga layak menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Setiap gerakan tangan saat menggenggam portafilter, setiap aroma kopi yang mengepul, menjadi simbol bahwa keterbatasan tidak bisa mematikan cita-cita.

Di tengah hiruk pikuk kota besar seperti Jakarta, di mana banyak orang berlomba-lomba mengejar pencapaian, ada sekelompok kecil manusia hebat yang baru saja mendapatkan kesempatan untuk berdiri di tempat yang sama, menjadi pribadi yang berdaya. Melalui program ini, Pelindo dan Relawan Nusantara tidak sekadar menjalankan amanah TJSL, namun juga menanam benih perubahan yang bisa bertumbuh menjadi masa depan baru bagi para penyandang disabilitas.