Tiga Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan

Mar 13, 2025 | Artikel, Blog, Ramadhan

Ramadhan selalu punya cara untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat-tempat yang sering luput dari perhatian. Di sebuah sudut Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kehangatan itu terasa begitu nyata dalam sebuah kebersamaan sederhana, buka puasa bersama yang penuh makna.

Pada 8 Maret 2026, Kelompok Difabel Ar Rizky yang terdiri dari warga disabilitas setempat berkumpul di rumah Ibu Muawanah, sosok yang selama ini menjadi penggerak dan ketua kelompok. Rumah sederhana di Dusun Pengkol sore itu tidak hanya menjadi tempat berbuka, tetapi juga ruang bertemunya kepedulian, harapan, dan rasa syukur.

Ramadhan yang Menghadirkan Rasa Diperhatikan

Bagi banyak orang, buka puasa mungkin adalah rutinitas biasa. Namun bagi sebagian lainnya, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan, momen ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kehadiran Relawan Nusantara dalam kegiatan ini membawa lebih dari sekadar makanan.

Sebanyak 100 paket sedekah buka puasa disalurkan kepada anggota kelompok difabel dan keluarga yang hadir. Paket-paket sederhana itu menjadi simbol bahwa ada yang peduli, ada yang melihat, dan ada yang ingin berbagi.

Di tengah suasana yang hangat, senyum-senyum mulai merekah. Bukan karena apa yang disajikan semata, tetapi karena perasaan dihargai dan tidak dilupakan.

Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Tentang Harapan

Ibu Muawanah, selaku ketua kelompok, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. Bagi beliau, bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga tentang memberikan semangat bagi para anggota untuk terus menjalani hari-hari mereka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Azizah, salah satu orang tua dari anak difabel. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, terima kasih Relawan Nusantara, yang telah berbagi sedekah buka puasa kepada kami, semoga menjadi berkah dan manfaat.”

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kepedulian, terutama bagi mereka yang selama ini harus berjuang dalam keterbatasan.

Ketika Kebaikan Menemukan Jalannya

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, namun mampu memberikan dampak yang begitu dalam.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah tergerak, kepedulian seperti ini menjadi jembatan yang menghubungkan banyak kehidupan. Dari tangan yang memberi, hingga mereka yang menerima, terjalin sebuah cerita yang mungkin tak selalu terlihat, namun nyata dirasakan.

Dan dari satu kegiatan kecil ini, kita diingatkan kembali bahwa masih banyak di luar sana yang membutuhkan uluran tangan.

Mari Terus Hadirkan Kebaikan

Apa yang terjadi di Semarang hanyalah satu dari sekian banyak cerita yang ada. Masih banyak kelompok, keluarga, dan individu yang menunggu sentuhan kepedulian yang sama.

Klik disini untuk ikut berbagi, menghadirkan harapan, dan untuk memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendiri dalam menjalani hari-harinya. Karena pada akhirnya, kebaikan yang kita hadirkan hari ini, bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk tetap bertahan esok hari.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang pebuh berkah dan kemuliaan. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan, Ramadhan juga merupakan kesempatan emas untuk memperbanyak doa. Terdapat beberapa besar untuk dikabulkan di bulan Ramadhan di mana doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Berikut adalah tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan.

1. Saat Berbuka Puasa

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, doanya tidak akan tertolak ketika ia berbuka puasa.” (HR. Ibnu Majah)

Saat berbuka puasa adalah momen yang sangat istimewa. Di waktu ini, seorang yang berpuasa berada dalam keadaan rendah hati, penuh rasa syukur, dan berserah diri kepada Allah. Doa yang dipanjatkan dengan tulus dan ikhlas pada saat berbuka puasa memiliki keutamaan yang luar biasa.

2. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga di bulan-bulan lainnya. Dalam Ramadhan, kesempatan ini menjadi semakin istimewa karena banyak umat Islam yang melaksanakan qiamul lail atau sholat malam.

Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi:

“Pada sepertiga malam yang terakhir, Allah turun ke langit dunia dan berfirman: Siapa yang berdia kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Melaksanakan sholat tahajud, berzikir, dan memanjatkan doa do sepertiga makam terakhir akan membuka pintu-pintu rahmat dan pengabulan doa.

3. Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Keutamaan malam ini dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Qadr. Pada malam ini, para malaikat turun ke bumi dan segala doa yang dipanjatkan akan diijabah oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa ini di malam Lailatul Qadar:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau mencintai orang-orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku). (HR. Tirmidzi)

Malam Lailatul Qadar biasanya terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Oleh karena itu, memperbanyak ibadah, zikir, dan doa pada malam-malam tersebut sangat dianjurkan.

Maksimalkan Doa dan Kebaikan Bersama Relawan Nusantara

Selain memanjatkan doa, memperbanyak sedekah dan amal kebaikan di bulan Ramadhan juga sangat dianjurkan. Melalui Relawan Nusantara, kita dapat menyalurkan donasi dan ikut berkontribusi dalam berbagai program sosial. Ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan tetapi juga menjadi cara untuk memperkuat doa dan mendaptkan keberkahan di bulan suci.

#RelawanNusantara #LuaskanManfaat #Ramadhan